Rombongan Warga Bersenjata Celurit Resahkan Warga

Minggu, 14 September 2014 - 17:26 WIB
Rombongan Warga Bersenjata...
Rombongan Warga Bersenjata Celurit Resahkan Warga
A A A
PASURUAN - Gerombolan pria yang membawa senjata tajam (sajam) jenis clurit dan pedang, diamankan petugas Polres Pasuruan Kota, Sabtu 13 September 2014 tengah malam.

Rombongan berjumlah 21 orang pria, asal Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, yang menumpang mobil pikap ini, diamankan ketika memasuki perbatasan Kota Pasuruan.

Gelagat mencurigakan ini mengingatkan peristiwa isu penyerangan warga Kabupaten Pasuruan yang akan menyerbu wilayah Kota Pasuruan, beberapa bulan lalu. Peristiwa yang membuat warga kota resah tersebut sempat mematikan denyut nadi perekonomian pada malam akhir pekan di kawasan Kota Pasuruan.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, pengamanan rombongan pria bersajam ini diketahui setelah petugas Polresta Pasuruan yang melakukan Operasi Cipta Kondisi menghentikan mobil bak terbuka di jalan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati para penumpang tersebut membawa sajam jenis clurit.

"Ada puluhan orang yang menaiki mobil pikap sambil mengacung-acungkan clurit selama dijalanan. Mereka kemudian dihentikan mobil patroli polisi yang melintas dari arah berlawanan," ujar Budianto, pengendara sepeda motor, Minggu (14/9/2014).

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, para penumpang mobil pikap tersebut diminta turun dan dilakukan pemeriksaan. Untuk mengangkut rombongan bersajam ini, petugas meminta bantuan dan mendatangkan truk polisi lainnya.

Mereka kemudian diangkut dan diamankan di Mapolres Pasuruan Kota. Para penumpang ini dilakukan pendataan dan barang bukti sajam diamankan petugas.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Asep Akbar Hikmana mengungkapkan, penangkapan rombongan pria bersajam ini merupakan hasil dari operasi dan patroli ketertiban yang dilakukan secara berkala. Petugas yang berkeliling mendapati rombongan penumpang mobil pikap membawa senjata.

Dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku, diketahui bahwa hal ini terjadi hanya karena kesalahfahaman informasi. Kedatangan rombongan pria bersajam di wilayah Kota Pasuruan ini bukan untuk membuat onar ketertiban masyarakat.

"Ada seorang santri Gus (putra kyai) yang meminta mereka datang ke Kota Pasuruan untuk nongkrong pada malam Minggu. Mereka diminta membawa 'arek-arek' (anak-anak). Karena salah mendengar, mereka mengira disuruh membawa arit (sajam jenis clurit). Ini hanya miskomunikasi," kata Kapolres AKBP Asep Akbar Hikmana.
(san)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
2 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
2 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
5 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
5 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
6 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
8 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved