Ratusan Lapak PKL di Cirebon Dibongkar

Rabu, 06 Agustus 2014 - 23:49 WIB
Ratusan Lapak PKL di...
Ratusan Lapak PKL di Cirebon Dibongkar
A A A
CIREBON - Sedikitnya 800 pedagang kaki lima (PKL) di jalan protokol Kota Cirebon mulai ditertibkan. Para PKL mengaku menerima penertiban itu dengan syarat pemerintah kota (pemkot) menyiapkan lokasi pengganti yang representatif.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon menyisir tiga ruas jalan bertingkat keramaian tinggi, masing-masing Siliwangi, Kartini, dan Karanggetas. Pembongkaran bukan hanya dilakukan petugas. Para pedagang yang tengah berjualan pun diberitahu untuk membongkar lapak miliknya masing-masing nanti.

"Saat ini masih tahap sosialisasi, kami minta pedagang membongkar lapaknya sendiri. Sementara yang lapaknya kami bongkar hari ini milik pedagang yang sedang tak berjualan," jelas Kepala Satpol PP Andi Armawan di sela operasi, Rabu (6/8/2014).

Dia meyakinkan, pembongkaran lapak PKL sebagai jawaban atas banyaknya keluhan warga yang menginginkan Kota Cirebon tampak rapi dan bersih. Terlebih, lokasi berjualan PKL di trotoar dipandang telah menyabot hak warga lain, yakni pejalan kaki.

Bukan hanya itu, lanjut dia, masyarakat juga mengeluh dan kecewa dengan kondisi jalan di kawasan tersebut yang kerap padat dan cenderung macet akibat banyaknya parkir kendaraan yang tidak teratur saat membeli jajanan. Dia menyebutkan, Jalan Siliwangi, Kartini, dan Karanggetas, bakal ditetapkan sebagai kawasan bebas PKL. "Saat ini peraturan walikota (perwali) terkait hal tersebut tengah disusun," cetus dia.

Dia memastikan, penertiban itu bukan semata-mata ingin menyingkirkan PKL. Sebab, mereka akan direlokasi ke tempat yang lebih baik. Dia menambahkan, tak semua lokasi bisa menjadi tempat berjualan PKL. Fasilitas umum seperti trotoar maupun taman kota merupakan salah satunya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Jalan Siliwangi Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Dudu, mengaku siap mematuhi keinginan pemkot. Namun dia menuntut lokasi baru yang representatif sebagai pengganti kepatuhan mereka.

"Tempat saya jualan sebenarnya strategis karena ramai, banyak lalu lalang orang. Akses terbaik bagi saya tak jauh dari Pasar Kramat ini, jadi saya harap tempat baru untuk saya berjualan tak jauh dari pasar," kata Dudu, yang lapaknya berdiri di sekitar SDN Kramat, berdampingan dengan Pasar Kramat.

Dia tegas menolak jika direlokasi ke jalan gang karena dianggap tak strategis. Dia mendesak pemkot menyediakan lokasi baru yang dilalui banyak orang dengan harapan penjualan tak menurun drastis.
(zik)
Berita Terkait
Agar Lebih Aman, Ikuti...
Agar Lebih Aman, Ikuti Prokes Jajan Makanan di Kaki Lima
120 Los Kanre Rong Disegel...
120 Los Kanre Rong Disegel Karena Menunggak Iuran Listrik
Curhat Pedagang Pecel...
Curhat Pedagang Pecel Lele dan Mi Ayam Terkait Pengetatan Jam Malam
Kerap Dijadikan Lokasi...
Kerap Dijadikan Lokasi Pesta Miras, Lapak PKL Dibongkar Satpol PP
Wakil Bupati Bone Minta...
Wakil Bupati Bone Minta PKL Bantu Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi
Usaha Terpuruk Akibat...
Usaha Terpuruk Akibat PPKM Darurat, PKL Tamansari Salatiga Berduka
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved