Ratusan Warga Bersenjata Datangi PTPN XIV Keera

Kamis, 26 Juni 2014 - 18:33 WIB
Ratusan Warga Bersenjata...
Ratusan Warga Bersenjata Datangi PTPN XIV Keera
A A A
SENGKANG - Ratusan Warga yang mengatasnamakan diri Forum Rakyat Bersatu (FRB) dengan bersenjatakan parang mendatangi PTPN XIV Keera, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo.

Kendati demikian tidak ada aksi anarkistis dalam peristiwa pada Kamis siang (26/6/2014) tersebut.

Warga menuntut Kementerian BUMN melalui PTPN XIV unit Keera untuk menyerahkan kembali lahan warga yang telah dikuasai selama kurang lebih 35 tahun, sesuai dengan hasil kesepakatan di Mapolda Sulselbar tahun 2013 lalu.

Mereka juga meminta agar PTPN XIV unit Keera menghentikan segala aktivitas produksi diatas lahan yang HGU nya sudah berakhir sejak 2003 lalu, karena sudah dianggap sebagai bentuk melawan hukum dan merugikan negara.

Pantauan setelah negoisasi yang cukup panjang di sekitar jalan pros trans sulawesi, antara warga dengan Kapolres Wajo AKBP Masrur, massa akhirnya bersedia untuk tidak masuk di lokasi PTPN, dan hanya diwakili oleh perwakilan mereka.

Sekitar pukul 15.00 Wita perwakilan warga akhirnya masuk dan melakukan negoisasi dengan pihak PTPN dengan hasil, akan diadakan pertemuan kembali pada 30 Juni mendatang yang direncanakan akan dihadiri oleh Pemerintah Daerah dan Direksi PTPN XIV Keera. Massa tersebut akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 15.30 Wita.

"Aksi ini merupakan bentuk ketidakpercayaan terhadap Kementrian BUMN, Pemerintah Sulawsi Selatan, Pemkab Wajo, DPRD Wajo, dan Aparat Kepolisian. Warga yang berjuang telah menempuh segala upaya termasuk menemui Menteri BUMN, juga tidak menemui titik terang," kata Anggota Forum Rakyat Bersatu (FRB) Taufik, Kamis (26/6/2014).

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Wajo yang diharapkan dapat mengambil sikap tegas dengan menyerahkan kembali lahan warga terhadap lahan eks HGU PTPN XIV yang masih dikuasai PTPN XIV juga tidak berbuat apa-apa.

"Mereka justeru saling lempar tanggung jawab antara PTPN melalui Kementrian BUMN dengan Pemkab Wajo," katanya.

Asisten Manager PTPN XIV unit kebun Keera Salam Rajad, mengatakan, pihak PTPN unit Keera tidak mempunyai kewenangan untuk menentukan sikap, karena pemegang saham adalah Menteri Keuangan dan Kementrian BUMN.

"Kami disini hanya pengelola," katanya. Terkait dengan, aksi masyarakat, pihaknya mengaku menyerahkan sepenuhnya ke ranah hukum.
(sms)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
10 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
10 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
11 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
11 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
13 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
13 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved