Protes Penutupan Dolly, PSK Ini Merias Wajah seperti Kucing

Jum'at, 20 Juni 2014 - 06:16 WIB
Protes Penutupan Dolly,...
Protes Penutupan Dolly, PSK Ini Merias Wajah seperti Kucing
A A A
SURABAYA - Kompensasi sebesar Rp5 juta dianggap tak berarti oleh salah seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Wisma Putri Kembar. Karena itu, Yuli, sebut saja begitu, memilih untuk tetap beroperasi daripada mengambil uang kompensasi kemudian berhenti jadi PSK.

"Buat apa uang segitu. Nggak ada artinya. Lebih enak begini," kata perempuan yang Kamis (19/6/2014) malam merias wajahnya seperti kucing saat mangkal di wisma tersebut.

Dandanan aneh ini dilakukannya sebagai bentuk protes terhadap Pemkot Surabaya yang menutup lokalisasi Dolly. Sambil berteriak-teriak "Jangan tutup Dolly", PSK yang sudah lima tahun berpraktik di wisma tersebut terus meneriakkan protes.

Dengan rambut dikuncir tiga dan wajah dirias seperti kucing, perempuan 30 tahun ini malah melenggak-lenggok mengikuti dentuman house music di wisma yang berada di ujung Gang Dolly itu. "Saya ingin tetap kerja di sini. Kalau menutup Dolly, wani piro. Halo Bu Risma...Halo Bu Risma," teriaknya seperti tak menggubris sejumlah wartawan yang sedang mengambil gambar.

Yuli mengaku lebih memilih bekerja sebagai PSK lantaran hasilnya bisa digunakan untuk mencukupi kehidupan keluarganya di kampung. Pasalnya, selama bekerja sebagai PSK, uangnya dikirimkan untuk keluarga. "Ya uangnya untuk Bapak, Ibu, dan anak saya di kampung. Kalau diberi uang Rp5 juta buat apa. Nanti kalau sudah tidak kerja, saya makan apa," katanya.

Yuli adalah satu di antara ratusan PSK yang memilih tetap bekerja di lokalisasi Dolly pasca deklarasi penutupan. Padahal, pada malam sebelumnya, Pemkot Surabaya telah mendeklarasikan penutupan lokalisasi dan akan dialihfungsikan menjadi sentra ekonomi. Kemarin siang, sejumlah PSK dan mucikari dari lokalisasi Dolly dan Jarak sudah menerima kompensasi. Untuk PSK sebesar Rp5 juta, sementara mucikari dijatah Rp5.050.000.
(zik)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved