Pelantikan Pejabat Eselon III Pemkab Garut Menuai Kritikan

Senin, 02 Juni 2014 - 13:38 WIB
Pelantikan Pejabat Eselon...
Pelantikan Pejabat Eselon III Pemkab Garut Menuai Kritikan
A A A
GARUT - Agenda pelantikan 38 pejabat Pemerintah Kabupaten Garut yang berlangsung hari ini mendapat kritikan. Sebab, waktu pelantikan berdekatan dengan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Sekjen Garut Governance Watch (GGW) Dedi Rosadi menilai, pelaksanaan pelantikan pejabat setingkat eselon III di Kompleks Pendopo Garut tidak tepat. Ia khawatir, prosesi tersebut akan berdampak pada penggiringan massa kepada pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tertentu.

"Bisa saja begitu, karena kami melihat kepala daerah di Garut, yaitu bupati dan wakilnya, adalah pengusung capres dan cawapres tertentu. Kami khawatir pelantikan ini akan berdampak pada pengarahan massa melalui pejabat yang telah dilantik," kata Dedi saat dihubungi, Senin (2/6/2014).

Alasannya, jelas Dedi, penggunaan anggaran di Pemkab Garut selama ini menjadi wewenang pejabat eselon III. Bila kekhawatirannya terjadi, bukan tidak mungkin penggunaan anggaran akan disalahgunakan.

"Pejabat setingkat eselon III memiliki peran dan pengaruh besar dalam pengelolaan anggaran. Kami takut jika anggaran yang semestinya digunakan untuk pelayanan publik malah digunakan untuk kepentingan capres dan cawapres tertentu, mengingat pimpinan para pejabat itu adalah pengusung salah satu pihak di Pilpres 2014 mendatang. Misalnya, untuk bagian dari kampanye atau pengarahan massa ke bawah," ungkapnya.

Ia menegaskan, semestinya Bupati Garut Rudy Gunawan mengambil momen pelantikan pejabat eselon III setelah Pilpres 2014. "Kenapa pelantikan itu harus dilakukan sekarang atau sebelum pelaksanaan pilpres digelar. Harusnya bupati melihat contoh dari pelantikan kepala desa yang baru akan dilaksanakan setelah pilpres digelar," tandasnya.

Bupati Garut Rudy Gunawan hari ini melantik 38 pejabat setingkat eselon III. Ke-38 pejabat tersebut terdiri dari 36 pejabat struktural dan dua pejabat fungsional.
(zik)
Berita Terkait
Reformasi Birokrasi...
Reformasi Birokrasi Jadi Fondasi Penguatan Negara, SAKIP dan ZI Dorong Kinerja Berdampak
Sekjen KLHK Sebut Menjadi...
Sekjen KLHK Sebut Menjadi Birokrat Harus Punya Integritas dan Moral
Kemendagri Sebut 232...
Kemendagri Sebut 232 Daerah Telah Usulkan Penyederhanaan Birokrasi
Buntut Mundurnya Dirut...
Buntut Mundurnya Dirut Agrinas, Prabowo Minta Birokrasi Tak Berbelit-Belit
Canangkan Zona Integritas...
Canangkan Zona Integritas WBBM, DJKI Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Wapres Maruf Amin Ingin...
Wapres Ma'ruf Amin Ingin 'Wariskan' Ini di Akhir Masa Pemerintahannya
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
2 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
3 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
4 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
4 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
4 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pejabat dan Tokoh...
4 Pejabat dan Tokoh Indonesia Alumni Harvard University
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved