Disinyalir anut aliran sesat, satu keluarga didatangi FPI

Jum'at, 16 Mei 2014 - 15:36 WIB
Disinyalir anut aliran...
Disinyalir anut aliran sesat, satu keluarga didatangi FPI
A A A
Sindonews.com - Disinyalir menganut aliran sesat, satu keluarga di Kampung Kokolajia tepatnya Kawasan Pasar Rajawali, Kecamatan Mariso, Makassar, diamankan Polrestabes Makassar.

Sebelumnya, puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) telah mendatangi kediaman Haryanto lantaran anaknya bernama Yayat dituding menganut aliran sesat tersebut sekira pukul 21.30, Wita, Kamis, (15/05/2014).

Kedatangan puluhan anggota FPI dengan menggunakan kendaraan motor sempat membuat sejumlah warga sekitar Pasar Rajawali kaget.

Diduga Yayat berpendapat bahwa dalam kitab suci Alquran yang diturunkan Nabi Muhammad SAW hanya satu surah, yakni Alfatiha, sedangkan surah lainnya dikarang oleh para syekh dan beberapa ajaran lainnya.

Kapolsekta Mariso Kompol Syahrul mengatakan, saat itu sejumlah anggota FPI terlibat saling beda pendapat dengan Yayat yang disinyalir mengajarkan ajaran sesat tersebut.

Saat perdebatan itu, tiba-tiba ada seseorang yang mengaku pernah menjadi korban ajaran yayat tersebut sebelumnya. Untuk mencegah agat tidak terjadi masalah yang lebih besar, polisi langsung mengamankan Yayat dan keluarganya ke Polrestabes Makassar.

"Untuk mengantisipasi dan memperjelas persoalan ini, maka kedua kedua belah pihak di bawa ke Polrestabes agar kasus ini tidak meluas," kata Syahrul kepada Sindonews.com Jumat (16/05/2014).

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Nurhana mengatakan, aktifitas keseharian Yayat dan keluarganya biasa saja. Tidak ada yang mencurigakan. Karena itu dirinya kaget setelah sejumlah anggota FPI tiba tiba mendatangi rumah dan sontak membuat lingkungan sekitar heboh.

"Kami tidak tahu ada warga di sini yang mengajarkan aliran sesat," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP M Endro menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus ini.

Lima saksi dari pelapor telah diperiksa dan sementara masih akan melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Pelaku tidak kita tahan karena tidak ada bukti," kata Endro yang dihubungi via ponselnya, Jumat, (16/05/2014).
(ilo)
Berita Terkait
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
Antisipasi Munculnya...
Antisipasi Munculnya Aliran Sesat, Kejari Sinjai Gelar Rakor Pakem
PBNU Minta Pemerintah...
PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Aliran Bab Kesucian di Gowa
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 95 Orang, 8 di Antaranya Anak-anak
Heboh Ada Aliran Almahdi...
Heboh Ada Aliran Almahdi di Lampung Utara, Anggota Wajib Setor Uang Bulanan
Korban Aliran Sesat...
Korban Aliran Sesat di Kenya Objek Perdagangan Organ?
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved