Wakil Wali Kota Surabaya tolak penutupan Dolly

Selasa, 13 Mei 2014 - 18:16 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya...
Wakil Wali Kota Surabaya tolak penutupan Dolly
A A A
Sindonews.com - Rencana Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup lokalisasi Dolly ternyata tidak mudah. Selain banyak dikecam masyarakat, Risma juga dikecam oleh wakilnya Wisnu Sakti Buana yang menolak keras penutupan Dolly yang telah digaungkan oleh Risma, pada 19 Juni 2014.

Orang nomor dua di Surabaya ini menilai, penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut merupakan tindakan keliru. Pasalnya, penutupan akan merugikan warga Surabaya yang selama ini menggantungkan hidupnya dari geliat Dolly.

Wisnu meminta, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk mengkaji kembali rencana penutupan tersebut. Seharusnya, pemkot harus bermusyawawah dulu dengan warga setempat, jauh hari sebelum penutupan.

Pemkot juga diminta menawarkan konsep yang jelas agar bisa diterima warga, khususnya yang terdampak akan penutupan ini. Menurut dia, kalau hanya memberi pesangon, pada Pekerja Seks Komersial (PSK) dan juga mucikari, itu bukan solusi.

“Tanggung jawab pemkot itu menjamin kelangsungan pendapatan warganya. Kalau Dolly ditutup, terus warga dapat penghasilan dari mana? Misalnya, mereka yang selama ini jual rokok, jadi tukang parkir, jadi tukang cuci dan pekerjaan lainnya. Mereka harus ada jaminan penghasilan,” katanya, Selasa (13/5/2014)

Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini tidak mempersoalkan langkah pemkot memberi pelatihan ketrampilan pada PSK, mucikari, dan juga warga setempat. Namun, pemkot harus mampu memberi jaminan pasar pada mereka. Artinya, misalnya ada PSK yang sudah pandai dalam memasak, pemkot harus mampu menjamin, bahwa akan ada orang yang beli.

“Jadi, jangan hanya diberi duit saja, itu tidak mendidik. Menutup lokalisasi itu seharusnya mampu melihat banyak aspek. Kalau tidak dapat melihat banyak aspek, maka akan muncul prostitusi dalam bentuk lain,” terangnya.

Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya ini memperkirakan, jika Dolly ditutup, maka akan muncul prostitusi terselubung. Wisma-wisma yang sebelumnya bayar pajak menjadi tidak bayar pajak.

Justru yang sekarang terjadi, ketika ada rencana Dolly ditutup, mulai banyak kos-kosan baru di sekitarnya. Kabarnya, kos-kosan ini digunakan sebagai prostitusi terselubung. Kos-kosan seperti ini sering luput dari razia Satpol PP Kota Surabaya.

“Yang saya sampaikan ini konsepnya partai. Sejak dulu, pada zamannya Pak Bambang (Bambang Dwi Hartono, Wali Kota Surabaya sebelum Tri Rismaharini) tidak ada penutupan. Yang ada itu pembatasan,” jelasnya.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
26 menit yang lalu
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
50 menit yang lalu
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
1 jam yang lalu
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
14 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
15 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
15 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved