Truk pasir masih dibiarkan lewati jalur evakuasi Merapi

Kamis, 01 Mei 2014 - 19:28 WIB
Truk pasir masih dibiarkan...
Truk pasir masih dibiarkan lewati jalur evakuasi Merapi
A A A
Sindonews.com -Truk-truk pengangkut pasir dan batu, terutama yang menuju Kaliadem, Kepuharjo dari arah Geblok, Wukirsari Cangkringan tetap dibiarkan melewati jalur evakuasi Gunung Merapi di Pagerjurang.

Padahal Pemkab Sleman sudah melarang truk-truk itu melewati jalan tersebut dan sebagai gantinya sudah disediakan jalur tambang mulai Monggan hingga Geblok.

Akibatnya jalan itu kondisinya rusak parah. Selain berlubang, disisi kiri dan kanan jalan aspalnya juga mengelupas.

Sehingga kendaraan yang melintas di daerah ini harus hati-hati. Jika tidak kendaraan bisa terperosok di lubang maupun jalan yang mengelupas tersebut.

Menurut Ngadiyar truk-truk yang melintas di jalan tersebut setiap harinya mencapai ratusan, yaitu mulai dari pagi hingga sore hari.

Untuk malam hari truk-truk pengangkut batu dan pasir dari lereng Merapi tidak diperbolehkan.

Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto mengakui jalan evaluasi itu memang rusak parah. Namun begitu, bukan berarti pihaknya diam saja dan tidak mau peduli dengan keadaan tersebut.

Sebab untuk mengatasi persoalan itu, sekarang sedang merencanakan membenahi jalan secara mandiri.

Perbaikan sendiri rencananya akan dimulai Minggu 4 April 2014 mendatang. Selain sebagai bentuk keprihatian atas rusaknya jalan, langkah ini juga sebagai tindaklanjut kenaikan status Merapi dari normal menjadi waspada.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Energy dan Mineral (SDAEM) Sleman Sapto Winarno mengungkap sangat mendukung langkah Desa Kepuharjo, tersebut.

Sebagai bentuk dukungan di antaranya dengan mengeluarkan surat edaran (SE) yang memerintahkan penghentian operasional penambangan dan truk pengangkut material tidak melewati jalur evakuasi, baik selama proses pembenahan jalan maupun selama status waspada Merapi.

“Pelaksanaan penghentian kerja penambangan, akan tetap dilaksanakan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini selain melindungi warga, juga bagi para pelaku tambang itu sendiri,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
5 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
7 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
7 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
7 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
8 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
10 jam yang lalu
Infografis
Pacu Jalur, Olahraga...
Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved