Dana bansos RT se-Depok 'disunat'?

Selasa, 01 April 2014 - 09:40 WIB
Dana bansos RT se-Depok...
Dana bansos RT se-Depok 'disunat'?
A A A
Sindonews.com - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diperuntukan bantuan sosial (bansos) untuk RT se-Depok diduga disunat. Pasalnya, Pasalnya, dari Rp10 juta yang seharusnya diterima, tiap RT hanya mendapatkan sekitar Rp6,5 juta hingga Rp8 juta.

Diperkirakan, ada 3.700 ketua RT se-Depok. Namun hanya 1.500 saja yang menerima bansos tersebut. Penyaluran bansos ini telah dimulai sejak awal tahun 2014.

"Penyaluran diberikan secara langsung oleh mata rantai satu parpol tertentu. Dan bantuan ini hanya diberikan kepada RT yang bersedia mendukung parpol tersebut. Kalau tidak mendukung maka tidak akan diberikan," kata Koordinator Forum Kedaulatan Rakyat Depok (FKRD) Irwan Nasution di depok, Selasa (1/4/2014).

Berdasarkan temuan itu, kata dia, pihaknya akan melaporkan ke Panwaslu dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari data yang dimiliki, katanya, tiap seribu RT nilai nominal bansosnya sekitar Rp10 miliar. Sedangkan yang tersalurkan hanya Rp1.500 RT.

"Sisanya sekira 2.200 RT tidak mendapatkan. Nilai yang tidak disalurkan itu fantastis, sampai Rp22 miliar lebih. Total keseluruhan bansos ini Rp37,5 miliar," bebernya.

Dia juga mengklaim, jika pihaknya mempunya bukti atas penerimaan dana bansos tersebut. Yaitu berupa surat pernyataan bahwa ketua RT menerima uang berupa dana bansos dari partai pengusung kedua caleg parpol tersebut.

Dalam surat pernyataan itu, penyaluran rata-rata dilakukan pada akhir Februari 2014. Temuan atas penyelewengan tersebut membuat RT yang tidak mendapatkan dana ini pun menuntut.

"Mereka bertanya-tanya kemana harus meminta dana itu. Karena faktanya tidak semua RT dapat bansos itu," ujar Irwan.

Sementara itu, pihak terkait hingga saat ini belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi kebenaran informasi tersebut.
(mhd)
Berita Terkait
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
17 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
1 jam yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
1 jam yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved