Status Gunung Merapi masih aktif normal
Kamis, 27 Maret 2014 - 15:09 WIB
Status Gunung Merapi masih aktif normal
A
A
A
Sindonews.com - Walaupun Gunung Merapi mengeluarkan suara gemuruh disertai semburan asap dan abu tipis namun status gunung api aktif di perbatasan DIY- Jawa Tengah itu masih tetap aktif normal.
Kepala Kepala Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Subandrio menyampaikan kondisi Merapi masih dalam batas normal. BPPTKG belum meningkatkan status gunung tersebut. Statusnya masih aktif normal.
"Belum, karena terpantau normal. Statusnya normal aktif," katanya. Semburan hanya berlangsung selama 5 menit, setelah itu selesai," kata Subandrio, Kamis (27/3/2014).
Dia berharap bagi warga yang tinggal tak jauh dari puncak merapi terus meningkatkan kewaspadaan. Sebab, tinggal di kawasan atau zona bahaya harus stanby sewaktu-waktu jika terjadi bencana.
Sebelumnya, puncak Gunung Merapi di perbatasan DIY - Jateng mengeluarkan letusan Rabu siang (27/3/2014) tadi sekira pukul 13.12 WIB. Hembusan disertai keluarnya abu tipis itu tidak diketahui arah dan ketingannya. Sebab, puncak merapi diselimuti awan.
"Kita tidak bisa pantau berapa ketinggian karena puncak merapi tertutup mendung," jelasnya.
Penyebab adanya hembusan itu karena ada pelempasan gas yang ada di perut merapi. Subandrio menyampaikan ada gempa vulkanik yang terjadi tadi malam, Rabu 26 Maret 2014.
Baca juga :
Gunung Merapi bergemuruh & semburkan asap disertai abu
Kepala Kepala Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Subandrio menyampaikan kondisi Merapi masih dalam batas normal. BPPTKG belum meningkatkan status gunung tersebut. Statusnya masih aktif normal.
"Belum, karena terpantau normal. Statusnya normal aktif," katanya. Semburan hanya berlangsung selama 5 menit, setelah itu selesai," kata Subandrio, Kamis (27/3/2014).
Dia berharap bagi warga yang tinggal tak jauh dari puncak merapi terus meningkatkan kewaspadaan. Sebab, tinggal di kawasan atau zona bahaya harus stanby sewaktu-waktu jika terjadi bencana.
Sebelumnya, puncak Gunung Merapi di perbatasan DIY - Jateng mengeluarkan letusan Rabu siang (27/3/2014) tadi sekira pukul 13.12 WIB. Hembusan disertai keluarnya abu tipis itu tidak diketahui arah dan ketingannya. Sebab, puncak merapi diselimuti awan.
"Kita tidak bisa pantau berapa ketinggian karena puncak merapi tertutup mendung," jelasnya.
Penyebab adanya hembusan itu karena ada pelempasan gas yang ada di perut merapi. Subandrio menyampaikan ada gempa vulkanik yang terjadi tadi malam, Rabu 26 Maret 2014.
Baca juga :
Gunung Merapi bergemuruh & semburkan asap disertai abu
(sms)