Ratusan hektare sawah di Garut diserang hama wereng
Rabu, 26 Maret 2014 - 16:10 WIB
Ratusan hektare sawah di Garut diserang hama wereng
A
A
A
Sindonews.com - Hama wereng dan ulat menyerang ratusan hektare areal persawahan di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Sebelumnya hama wereng juga menyerang Kecamatan Leles.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Tatang Hidayat mengatakan, di Kecamatan Kadungora sejumlah lahan persawahan ikut dilaporkan mengalami kerusakan akibat diserang hama.
“Jumlah ril sawah yang terkena serangan hama saat ini masih dalam penghitungan. Sebab sawah yang terserang ini mengalami kerusakan yang bervariasi, yaitu mengalami rusak berat, sedang, dan ringan,” kata Tatang saat ditemui, Rabu (26/3/2014).
Menurut dia, serangan hama wereng dan ulat ini belum sampai ke wilayah Garut Tengah dan selatan, melainkan baru menyerang di kawasan Garut Utara.
Meski demikian, Tatang menjelaskan serangan hama ini dapat menular ke sejumlah wilayah lainnya.
“Bila dibiarkan, serangannya akan sporadis menyerang areal persawahan lain di Garut. Karena ada indikasi penularan serangan hama. Misalnya padi yang sudah diserang ini dibawa ke wilayah lain. Lalu hamanya bisa berpindah begitu saja dan berkembang biak. Penanganan atas serangan hama ini harus dilakukan serempak agar dapat diatasi,” paparnya.
Seperti diketahui, puluhan hektare areal persawahan di Desa Jangkurang, Kecamatan Leles, dirusak hama wereng dan ulat. Akibatnya, para petani mengalami kegagalan panen dan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Tatang Hidayat mengatakan, di Kecamatan Kadungora sejumlah lahan persawahan ikut dilaporkan mengalami kerusakan akibat diserang hama.
“Jumlah ril sawah yang terkena serangan hama saat ini masih dalam penghitungan. Sebab sawah yang terserang ini mengalami kerusakan yang bervariasi, yaitu mengalami rusak berat, sedang, dan ringan,” kata Tatang saat ditemui, Rabu (26/3/2014).
Menurut dia, serangan hama wereng dan ulat ini belum sampai ke wilayah Garut Tengah dan selatan, melainkan baru menyerang di kawasan Garut Utara.
Meski demikian, Tatang menjelaskan serangan hama ini dapat menular ke sejumlah wilayah lainnya.
“Bila dibiarkan, serangannya akan sporadis menyerang areal persawahan lain di Garut. Karena ada indikasi penularan serangan hama. Misalnya padi yang sudah diserang ini dibawa ke wilayah lain. Lalu hamanya bisa berpindah begitu saja dan berkembang biak. Penanganan atas serangan hama ini harus dilakukan serempak agar dapat diatasi,” paparnya.
Seperti diketahui, puluhan hektare areal persawahan di Desa Jangkurang, Kecamatan Leles, dirusak hama wereng dan ulat. Akibatnya, para petani mengalami kegagalan panen dan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
(sms)