Tangkap buronan, anggota polisi tertembak di dada
Minggu, 23 Maret 2014 - 16:55 WIB
Tangkap buronan, anggota polisi tertembak di dada
A
A
A
Sindonews.com - Bripka Anas Salim anggota reserse Polsek Genuk tertembak saat melakukan penggerebekan tersangka kasus penipuan dan penggelapan di sebuah rumah kos di RT 5 RW 2 Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Akibatnya, Bripka Anas harus menjalani perawatan intensif di IGD rumah sakit karena tertembak di bagian dada kiri bawah hingga menembus punggung kiri bagian atas.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi Minggu dinihari (23/3/2014) sekitar pukul 00.00 WIB.
Saat itu, petugas kepolisian dari Polsek Genuk hendak menggerebek tersangka kasus penipuan dan penggelapan bernama Nanang Setiawan, warga asal Lampung. Nanang merupakan target operasi Polsek Serpong Jakarta yang kabur ke Semarang.
"Saat itu Bripka Anas terlibat pergumulan dengan tersangka, tiba-tiba tersangka mengambil pistol dan terdengar suara tembakan. Bripka Anas terjatuh dengan luka tembakan di bagian dada," kata salah seorang polisi yang enggan disebutkan namanya di lokasi kejadian.
Saat itu, lanjut dia, lima orang polisi lainnya langsung mengambil tindakan. Mereka bergumul dengan tersangka dan berhasil menangkapnya.
"Kami berhasil membekuk tersangka dan pistol rakitannya juga kami amankan. Pistol yang digunakan tersangka ini pistol rakitan berisi lima peluru, kaliber 22 milimeter," timpalnya.
Peristiwa tersebut juga cukup mengejutkan warga sekitar. Warga yang sedang terlelap tidur berhamburan keluar rumah karena mendengar suara tembakan dari lokasi kejadian.
"Awalnya sepi, kemudian terdengar suara tembakan dari tempat itu lebih dari satu kali. Setelah itu terdengar ramai-ramai," kata Lasmi (52) salah satu warga yang rumahnya tepat di depan rumah kos tersangka.
Namun saat itu, Lasmi tidak berani keluar rumah. Sebab, dia takut khawatir peluru menyasar pada dirinya.
"Saya tidak berani keluar, baru setelah tenang tidak ada suara tembakan, saya keluar dan melihat polisi membawa seorang pria dalam kondisi babak belur," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, saat ini kondisi Bripka Anas Salim sudah mulai membaik dan dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Djihartono menambahkan, Nanang merupakan buruan Polsek Serpong. "Karena keberadaannya diketahui di wilayah hukum kami, jadi Polsek Serpong meminta bantuan kami untuk melakukan penangkapan," imbuhnya.
Sementara mengenai pistol yang digunakan untuk menembak Bripka Anas Salim, Djihartono mengatakan untuk sementara diketahui berjenis rakitan. Saat ini pistol telah diamankan oleh petugas.
"Selain itu, kami juga menemukan alat hisap sabu (bong) dari kamar kos Nanang Setiawan," ujarnya.
Akibatnya, Bripka Anas harus menjalani perawatan intensif di IGD rumah sakit karena tertembak di bagian dada kiri bawah hingga menembus punggung kiri bagian atas.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi Minggu dinihari (23/3/2014) sekitar pukul 00.00 WIB.
Saat itu, petugas kepolisian dari Polsek Genuk hendak menggerebek tersangka kasus penipuan dan penggelapan bernama Nanang Setiawan, warga asal Lampung. Nanang merupakan target operasi Polsek Serpong Jakarta yang kabur ke Semarang.
"Saat itu Bripka Anas terlibat pergumulan dengan tersangka, tiba-tiba tersangka mengambil pistol dan terdengar suara tembakan. Bripka Anas terjatuh dengan luka tembakan di bagian dada," kata salah seorang polisi yang enggan disebutkan namanya di lokasi kejadian.
Saat itu, lanjut dia, lima orang polisi lainnya langsung mengambil tindakan. Mereka bergumul dengan tersangka dan berhasil menangkapnya.
"Kami berhasil membekuk tersangka dan pistol rakitannya juga kami amankan. Pistol yang digunakan tersangka ini pistol rakitan berisi lima peluru, kaliber 22 milimeter," timpalnya.
Peristiwa tersebut juga cukup mengejutkan warga sekitar. Warga yang sedang terlelap tidur berhamburan keluar rumah karena mendengar suara tembakan dari lokasi kejadian.
"Awalnya sepi, kemudian terdengar suara tembakan dari tempat itu lebih dari satu kali. Setelah itu terdengar ramai-ramai," kata Lasmi (52) salah satu warga yang rumahnya tepat di depan rumah kos tersangka.
Namun saat itu, Lasmi tidak berani keluar rumah. Sebab, dia takut khawatir peluru menyasar pada dirinya.
"Saya tidak berani keluar, baru setelah tenang tidak ada suara tembakan, saya keluar dan melihat polisi membawa seorang pria dalam kondisi babak belur," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, saat ini kondisi Bripka Anas Salim sudah mulai membaik dan dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Djihartono menambahkan, Nanang merupakan buruan Polsek Serpong. "Karena keberadaannya diketahui di wilayah hukum kami, jadi Polsek Serpong meminta bantuan kami untuk melakukan penangkapan," imbuhnya.
Sementara mengenai pistol yang digunakan untuk menembak Bripka Anas Salim, Djihartono mengatakan untuk sementara diketahui berjenis rakitan. Saat ini pistol telah diamankan oleh petugas.
"Selain itu, kami juga menemukan alat hisap sabu (bong) dari kamar kos Nanang Setiawan," ujarnya.
(sms)