Gunung Slamet waspada, suhu air Guci naik turun
Sabtu, 15 Maret 2014 - 13:32 WIB
Gunung Slamet waspada, suhu air Guci naik turun
A
A
A
Sindonews.com - Pengelola obyek wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal, mengecek suhu air di pancuran 13 tiap dua jam sekali. Peningkatan intensitas pengecekan ini terkait aktivitas Gunung Slamet yang terus mengalami gempa dan letusan asap.
Kepala UPTD Obyek Wisata Guci Abdul Haris mengatakan, pengecekan suhu air dilakukan secara rutin, sejak status Gunung Slamet dinaikan jadi waspada. "Tiap dua jam sekali kami cek dengan termometer. Kalau biasa cukup pagi dan sore hari," kata Haris kepada Sindonews, Sabtu (15/3/2014).
Dalam pengecekan sekira pukul 10.00 WIB hari ini, suhu air di pancuran 13 mencapai 40 derajat celcius, turun dari pengecekan sebelumnya yakni 42 derajat celcius. Pancuran 13 merupakan pancuran di lokasi pemandian yang paling banyak diserbu pengunjung. "Suhunya naik turun dan masih dalam batas normal," kata Haris.
Suhu air berbahaya jika mencapai 50 derajat celcius. Terakhir kali suhu mencapai di atas 50 derajat celcius saat Gunung Slamet mengalami letusan pada 2009 lalu. "Kalau suhunya mencapai 50 derajat celcius, obyek wisata akan ditutup untuk pengunjung," tandas Haris.
Sementara pantauan Sindonews hari ini, puluhan pengunjung masih tampak berdatangan ke obyek wisata yang terletak di kaki Gunung Slamet itu. Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga asyik mandi air hangat di pancuran 13.
Haris menambahkan, jumlah pengunjung sudah mulai mengalami penurunan sejak status Gunung Slamet dinaikkan jadi waspada. Dari sekitar 160-200 orang per hari menurun menjadi sekitar 100-120 orang. "Selain karena bukan hari libur, juga karena pengaruh kondisi Gunung Slamet saat ini," kata dia.
Baca juga:
Dampak gunung Slamet, kandungan air Guci diteliti
Kepala UPTD Obyek Wisata Guci Abdul Haris mengatakan, pengecekan suhu air dilakukan secara rutin, sejak status Gunung Slamet dinaikan jadi waspada. "Tiap dua jam sekali kami cek dengan termometer. Kalau biasa cukup pagi dan sore hari," kata Haris kepada Sindonews, Sabtu (15/3/2014).
Dalam pengecekan sekira pukul 10.00 WIB hari ini, suhu air di pancuran 13 mencapai 40 derajat celcius, turun dari pengecekan sebelumnya yakni 42 derajat celcius. Pancuran 13 merupakan pancuran di lokasi pemandian yang paling banyak diserbu pengunjung. "Suhunya naik turun dan masih dalam batas normal," kata Haris.
Suhu air berbahaya jika mencapai 50 derajat celcius. Terakhir kali suhu mencapai di atas 50 derajat celcius saat Gunung Slamet mengalami letusan pada 2009 lalu. "Kalau suhunya mencapai 50 derajat celcius, obyek wisata akan ditutup untuk pengunjung," tandas Haris.
Sementara pantauan Sindonews hari ini, puluhan pengunjung masih tampak berdatangan ke obyek wisata yang terletak di kaki Gunung Slamet itu. Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga asyik mandi air hangat di pancuran 13.
Haris menambahkan, jumlah pengunjung sudah mulai mengalami penurunan sejak status Gunung Slamet dinaikkan jadi waspada. Dari sekitar 160-200 orang per hari menurun menjadi sekitar 100-120 orang. "Selain karena bukan hari libur, juga karena pengaruh kondisi Gunung Slamet saat ini," kata dia.
Baca juga:
Dampak gunung Slamet, kandungan air Guci diteliti
(san)