9 hektare padi rusak akibat Kelud masih terabaikan
Selasa, 11 Maret 2014 - 21:11 WIB
9 hektare padi rusak akibat Kelud masih terabaikan
A
A
A
Sindonews.com- Kerusakan area pertanian di Kabupaten Blitar akibat erupsi Gunung Kelud 13 Februari lalu belum sepenuhnya tertangani.
Menurut keterangan Kepala Dinas Pertanian Pemkab Blitar Eko Priyo Utomo, sedikitnya ada sembilan hektare pertanian bertanaman padi masih dalam kondisi luluh lantak.
"Kondisinya rusak akibat hujan pasir dan kerikil,"ujarnya wartawan, Selasa (11/03/14).
Lokasi kerusakan terjadi di Desa Penataran dan di Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok.
Sebanyak 70 % tanaman padi rusak berat. Material vulkanik merontokkan seluruh bulir padi yang telah memasuki masa panen. Sedangkan selebihnya masih ada (bulir) yang menempel ditangkainya.
vinsi Menurut Eko, Pemkab Blitar sudah mengajukan bantuan dana recovery ke Provinsi Jawa Timur. Hanya saja, hingga kini belum ada jawaban kapan dana akan dicairkan.
"Kita berharap secepatnya bantuan bisa diberikan. Sayangnya saya lupa nominalnya," terangnya.
Selain bantuan dana, Pemkab Blitar juga mengusulkan adanya bantuan benih padi. "Kita masih mendata kerusakan sektor hortikultura, " paparnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Abdul Munib. Menurut dia pemerintah hendaknya segera mengulurkan bantuanya.
Sebab sektor pertanian merupakan mata pencaharian masyarakat Kabupaten Blitar pada umumnya. "Setidaknya bantuan benih dan peralatan pertanian harus segera diberikan,"ujarnya.
Seperti diketahui, selain sektor pertanian, erupsi Kelud juga telah merusak 300 unit rumah penduduk. Dari musibah bencana alam tersebut, total kerugian material di Kabupaten Blitar mencapai Rp1 miliar.
Menurut keterangan Kepala Dinas Pertanian Pemkab Blitar Eko Priyo Utomo, sedikitnya ada sembilan hektare pertanian bertanaman padi masih dalam kondisi luluh lantak.
"Kondisinya rusak akibat hujan pasir dan kerikil,"ujarnya wartawan, Selasa (11/03/14).
Lokasi kerusakan terjadi di Desa Penataran dan di Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok.
Sebanyak 70 % tanaman padi rusak berat. Material vulkanik merontokkan seluruh bulir padi yang telah memasuki masa panen. Sedangkan selebihnya masih ada (bulir) yang menempel ditangkainya.
vinsi Menurut Eko, Pemkab Blitar sudah mengajukan bantuan dana recovery ke Provinsi Jawa Timur. Hanya saja, hingga kini belum ada jawaban kapan dana akan dicairkan.
"Kita berharap secepatnya bantuan bisa diberikan. Sayangnya saya lupa nominalnya," terangnya.
Selain bantuan dana, Pemkab Blitar juga mengusulkan adanya bantuan benih padi. "Kita masih mendata kerusakan sektor hortikultura, " paparnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Abdul Munib. Menurut dia pemerintah hendaknya segera mengulurkan bantuanya.
Sebab sektor pertanian merupakan mata pencaharian masyarakat Kabupaten Blitar pada umumnya. "Setidaknya bantuan benih dan peralatan pertanian harus segera diberikan,"ujarnya.
Seperti diketahui, selain sektor pertanian, erupsi Kelud juga telah merusak 300 unit rumah penduduk. Dari musibah bencana alam tersebut, total kerugian material di Kabupaten Blitar mencapai Rp1 miliar.
(ilo)