Prihatin KBS, pakar satwa dunia turun tangan
Selasa, 11 Maret 2014 - 04:07 WIB
Prihatin KBS, pakar satwa dunia turun tangan
A
A
A
Sindonews.com - Nasib Satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang kian terpuruk mematik perhatian dunia. Kali ini, sejumlah pakar satwa kelas dunia menyatakan siap membantu memperbaikai kelangsungan KBS.
Pernyataan itu disampaikan Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Joaquin Monserrate kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya.
Joaquin mengatakan maksud kedatangannya kali ini hanya untuk menyampaikan inisiatif bantuan dari tim expert yang beranggotakan sekitar empat orang. Mereka adalah para pakar yang sudah malang-melintang di dunia kebun binatang dan konservasi satwa.
Reputasi yang disandang pun tidak main-main. Joaquin membeberkan, para ahli tersebut pernah menangani kebun binatang Singapura, North Carolina, San Diego, dan South Africa.
“Mereka juga sempat berkiprah di Timur Tengah, bekerja sama dengan kebun binatang Irak serta India,” ungkapnya, Senin (10/3/2014).
Mereka yang siap terjun ke KBS memang bukan pakar sembarangan. Salah seorang di antaranya David Jones. Pria yang sudah memimpin North Carolina Zoo sejak 1994 ini mempunyai sederet reputasi.
Jones adalah mantan chairman salah satu lembaga konservasi tertua di dunia, yakni Fauna and Flora International. Dia juga mengepalai lembaga konservasi World Wildlife Fund di Inggris. Sepanjang karirnya di bidang konservasi hingga saat ini, Jones dipercaya sebagai konsultan di lebih dari 50 negara. Dia terlibat aktif dalam desain, pengembangan dan manajemen di 30 kebun binatang seluruh dunia.
"Mereka semua murni ahli dan pakar. Bukan Bisnisman," ujarnya.
Tawaran itu, disambut baik oleh Wali Kota Surabaya. Ia mengaku siap berkomunikasi agar kerja sama ini terealisasi.
KBS saat ini, kata Risma, memang sedang butuh banyak masukan dari para pakar kelas dunia. Nah, inisiatif bantuan ini dimaknai Risma sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap KBS.
“Kebetulan minggu depan akan ada seminar membahas tentang KBS. Kami berharap tim tersebut bisa datang saat itu sekaligus nanti akan diajak meninjau langsung kondisi KBS,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Joaquin Monserrate kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya.
Joaquin mengatakan maksud kedatangannya kali ini hanya untuk menyampaikan inisiatif bantuan dari tim expert yang beranggotakan sekitar empat orang. Mereka adalah para pakar yang sudah malang-melintang di dunia kebun binatang dan konservasi satwa.
Reputasi yang disandang pun tidak main-main. Joaquin membeberkan, para ahli tersebut pernah menangani kebun binatang Singapura, North Carolina, San Diego, dan South Africa.
“Mereka juga sempat berkiprah di Timur Tengah, bekerja sama dengan kebun binatang Irak serta India,” ungkapnya, Senin (10/3/2014).
Mereka yang siap terjun ke KBS memang bukan pakar sembarangan. Salah seorang di antaranya David Jones. Pria yang sudah memimpin North Carolina Zoo sejak 1994 ini mempunyai sederet reputasi.
Jones adalah mantan chairman salah satu lembaga konservasi tertua di dunia, yakni Fauna and Flora International. Dia juga mengepalai lembaga konservasi World Wildlife Fund di Inggris. Sepanjang karirnya di bidang konservasi hingga saat ini, Jones dipercaya sebagai konsultan di lebih dari 50 negara. Dia terlibat aktif dalam desain, pengembangan dan manajemen di 30 kebun binatang seluruh dunia.
"Mereka semua murni ahli dan pakar. Bukan Bisnisman," ujarnya.
Tawaran itu, disambut baik oleh Wali Kota Surabaya. Ia mengaku siap berkomunikasi agar kerja sama ini terealisasi.
KBS saat ini, kata Risma, memang sedang butuh banyak masukan dari para pakar kelas dunia. Nah, inisiatif bantuan ini dimaknai Risma sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap KBS.
“Kebetulan minggu depan akan ada seminar membahas tentang KBS. Kami berharap tim tersebut bisa datang saat itu sekaligus nanti akan diajak meninjau langsung kondisi KBS,” ujarnya.
(lns)