Ini penjelasan Dinas ESDM Jabar seputar Gunung Ciremai
Selasa, 04 Maret 2014 - 09:37 WIB
Ini penjelasan Dinas ESDM Jabar seputar Gunung Ciremai
A
A
A
Sindonews.com - Isu penjualan Gunung Ciremai cukup menghebohkan publik. Kabar itu muncul begitu saja dan langsung menyebar di antaranya melalui facebook dan Blackberry Messenger (BBM).
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat angkat bicara untuk meredam isu itu agar tidak semakin liar.
Menurut Kepala ESDM Barat Sumarwan HS, di lokasi tersebut sebenarnya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Itu pun di luar area Taman Nasional Gunung Ciremai. Titik-titik panas bumi pun sudah ditentukan.
"Terkait pengelolaan listrik panas bumi di dunia dan Indonesia, sejauh ini aman, ramah lingkungan, dan tidak berbahaya," kata Sumarwan HS, Selasa (4/3/2014).
Isu yang menyatakan eksploitasi geothermal akan berdampak negatif dan mencemari lingkungan juga dibantahnya. "Bahkan kabar kalau Ciremai diawasi BIN dan CIA itu tidak benar," ucapnya.
Sumarwan membenarkan jika pemenang tender proyek itu adalah PT Chevron.
"Tapi karena Gubernur Jawa Barat ingin agar dalam pelaksanaannya swasta nasional terlibat, maka dibentuklah perusahaan konsorsium agar asing tidak menguasai seluruh proyek ini," tuturnya.
Angka Rp60 triliun pun jauh di luar angka wajar dan perhitungan investasi PLTP. "Nilai PLTP Ciremai diprediksi hanya membutuhkan dana Rp5 triliun dengan hitungan 1,5 MW. Itu pun murni dana investasi mereka (Chevron)," pungkasnya.
Baca juga:
Beredar kabar Gunung Ciremai dijual Rp60 T
Kabar Gunung Ciremai dijual Rp60 T, pengelola angkat bicara
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat angkat bicara untuk meredam isu itu agar tidak semakin liar.
Menurut Kepala ESDM Barat Sumarwan HS, di lokasi tersebut sebenarnya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Itu pun di luar area Taman Nasional Gunung Ciremai. Titik-titik panas bumi pun sudah ditentukan.
"Terkait pengelolaan listrik panas bumi di dunia dan Indonesia, sejauh ini aman, ramah lingkungan, dan tidak berbahaya," kata Sumarwan HS, Selasa (4/3/2014).
Isu yang menyatakan eksploitasi geothermal akan berdampak negatif dan mencemari lingkungan juga dibantahnya. "Bahkan kabar kalau Ciremai diawasi BIN dan CIA itu tidak benar," ucapnya.
Sumarwan membenarkan jika pemenang tender proyek itu adalah PT Chevron.
"Tapi karena Gubernur Jawa Barat ingin agar dalam pelaksanaannya swasta nasional terlibat, maka dibentuklah perusahaan konsorsium agar asing tidak menguasai seluruh proyek ini," tuturnya.
Angka Rp60 triliun pun jauh di luar angka wajar dan perhitungan investasi PLTP. "Nilai PLTP Ciremai diprediksi hanya membutuhkan dana Rp5 triliun dengan hitungan 1,5 MW. Itu pun murni dana investasi mereka (Chevron)," pungkasnya.
Baca juga:
Beredar kabar Gunung Ciremai dijual Rp60 T
Kabar Gunung Ciremai dijual Rp60 T, pengelola angkat bicara
(lns)