Hujan abu Merapi bukan dampak letusan

Kamis, 12 Desember 2013 - 13:26 WIB
Hujan abu Merapi bukan...
Hujan abu Merapi bukan dampak letusan
A A A
Sindonews.com - Hujan abu vulkanik yang menimpa wilayah lereng Gunung Merapi, terutama di bagian wilayah timur, bukan disebabkan karena letusan dari Gunung Merapi, seperti yang belum lama ini terjadi.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Merapi Jrakah Alzahwar mengatakan, hujan abu yang menimpa wilayah timur, bukan erupsi yang bersifat magmatik atau adanya tekanan magma dari dalam perut bumi. Namun hanya berupa hembusan yang sifatnya sementara saja.

"Gunung Merapi yang terpantau dari Pos Pemantauan Jrakah masih landai. Hujan abu vulkanik yang menimpa wilayah timur, bukan berasal dari letusan. Namun hanya bersifat hembusan, yang levelnya masih di bawah letusan," ujar Alzahwar, saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (12/12/2013).

Hasil pemantauan yang dilakukan Pos Pemantauan Jrakah, sejak informasi adanya hujan abu yang diterima pos pemantauan, tidak ditemukan bekas awan panas di puncak Merapi.

"Tim kami tidak menemukan jejak awan panas di puncak. Yang kesimpulannya hanya hembusan saja," ujarnya.

Dari laporan yang diterima, meski hanya bersifat hembusan, wilayah-wilayah timur di lereng Gunung Merapi yang terkena hujan abu Gunung Merapi yaitu Cempogo Boyolali, Desa Sidorejo, dan Balerante, Klaten, yang berjarak sekitar sempat hingga enam kilometer dengan puncak Merapi.

"Sedangkan Selo, meskipun masuk di wilayah timur lereng Merapi, sama sekali tidak tersentuh hujan abu," jelasnya.

Menurut Alzahwar, saat ini puncak Gunung Merapi tertutup kabut katagori 03. Yang artinya, puncak Gunung Merapi tak dapat terpantau lagi, sehingga tidak diketahui apakah di puncak sana diguyur hujan atau tidak.

Saat ditanya kemungkinan hembusan abu vulkanik tersebut menghujani wilayah-wilayah di bawah lereng Gunung Merapi karena adanya gempa bumi yang mengguncang Tasikmalaya atau tidak, dirinya belum bisa memastikan.

"Kami belum tahu apakah hembusan tersebut terjadi karena gempa Tasik atau tidak. Masih diteliti lagi," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Banjir Tapanuli Utara...
Banjir Tapanuli Utara Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
17 menit yang lalu
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
1 jam yang lalu
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
6 jam yang lalu
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
8 jam yang lalu
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
8 jam yang lalu
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
16 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved