Tuntutan soal ganti tanah huntap tak terpenuhi

Senin, 09 Desember 2013 - 02:42 WIB
Tuntutan soal ganti...
Tuntutan soal ganti tanah huntap tak terpenuhi
A A A
Sindonews.com - Keingingan pamong desa Glagaharjo, Cangkringan yang meminta bunga uang pembebasan bengkok yang sekarang disimpan di bank Sleman dipastikan tidak terpenuhi.

Sebab pemerintah kabupaten (Pemkab) Sleman hanya akan mengunakan uang tersebut untuk pembelian tanah penganti bukan untuk yang lain.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan secara umum untuk pengunaan dan pemanfaatan anggaran tetap berpedoman dengan mekanisme dan peraturan yang ada. Sehingga dalam penggunaan dana harus sesuai dengan peruntukannya.

Jika dipergunakan untuk kepentingan yang lain, justru akan menyalahi ketentuan dan mekanisme yang ada.

“Dalam penggunaan dana kami tetap berpedoman pada aturan, sesuai atau tidak, termasuk penggunaan dana penganti bengkok tersebut,” ungkap Sri Purnomo, kemarin.

Menurut Sri Purnomo karena dana penganti bengkok itu, sesuai aturan peruntukkannya untuk tanah penganti, maka hanya akan digunakan saat pembelian tanah itu, bukan untuk hal lainnya.

Bila digunakan selain kepentingan tersebut, bukan saja menyalahi aturan, namun juga dapat menjadi temuan.

“Ini yang harus dipahami bersama,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui hingga sekarang pamong desa Glagaharjo, Cangkringan yang tanahnya digunakan huntap korban erupsi Merapi 2010 lalu belum mendapatkan penganti tanah.

Padahal selama ini bengkok tersebut menjadi penghasilan pokok mereka. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan, hanya mengandalkan dari tunjangan yang diberikan setiap tiga bulan sekali. Itupan besarnya masih dibawah UMK.

Atas kondisi ini jelas tidak mampu mencukupi kebutuhan. Untuk itu, mereka meminta kepada pemkab setempat, bunga uang penganti bengkok yang sekarang disimpan di bank Sleman diberikan kepada pamong desa.

Bengkok yang dipakai untuk huntap seluas enam hektare. Bengkok itu berada di tiga lokasi, yaitu di Banjarsari, Glagah Malang dan Gading. Oleh pemerintah bengkok tersebut diganti Rp6 miliar.
(lns)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
39 menit yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
11 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
14 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
15 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
15 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
16 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved