Psikolog: Stres yang terakumulasi

Rabu, 04 Desember 2013 - 09:58 WIB
Psikolog: Stres yang...
Psikolog: Stres yang terakumulasi
A A A
Sindonews.com - Perkawinan lima tahun pertama rentan dengan salah paham dan kerap cekcok. Pasalnya, hal itu merupakan masa adaptasi kedua pasangan maka itu harus diatasi dengan kepala dingin.

Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Adriana S Ginanjar mengatakan, pasangan yang berhasil melewati masa adaptasi maka pasangan itu bisa melewati masa tua bersama.

"Tapi ada kalanya pasangan yang selisih paham karena merasa tidak cocok setelah menikah. Ketika masa adaptasi itu bisa dilalui dengan baik maka setelahnya mereka akan menjadi pasangan yang baik," kata Adriana saat berbincang dengan wartawan di Depok, Rabu (4/12/2013).

Seorang yang memiliki sifat tempramen, kata Adriana, bisa bereaksi berlebih ketika dihadapi pada situasi yang tidak sesuai kehendaknya. Lebih spesifik lagi, sambungnya, perilaku agresif pada laki-laki seringkali diekspresikan dengan tindakan.

"Ketika ada hal yang tidak sesuai dengan harapan reaksi laki-laki bisa berlebihan. Dia tidak hanya dengan kata-kata saja tetapi dengan tindakan," ungkapnya.

Dalam pernikahan, terang Adriana, stres yang akumulatif juga memicu seseorang bertindak agresif. Terlebih jika dihadapkan pada situasi yang tidak cocok antara suami dengan istri.

"Kemungkinan dia ada masalah pribadi atau semacam stres yang terakumulasi. Dan dia enggak bisa berbuat apapun selain melempar apa yang ada di hadapannya," katanya.

Dalam hal ini, kemungkinan saat pelaku sedang emosi dan ditambah dengan situasi rumah yang tidak harmonis serta secara kebetulan anaknya rewel atau melintas di hadapan pelaku maka dia membanting anaknya.

"Karena orang seperti itu bisa saja membanting apapun yang ada di depannya. Kebetulan mungkin anaknya sedang lewat dan rewel hingga menjadi korban," ucapnya.

Sekadar diketahui, Z bayi 1,5 tahun yang diduga dibanting oleh ayahnya yang berinisial LL di daerah Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur hingga mayi malang itu meninggal dunia.
(mhd)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
18 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
1 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
8 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
8 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
8 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved