Meski kritis, ibu ini tetap tak dilayani rumah sakit
Rabu, 27 November 2013 - 12:56 WIB
Meski kritis, ibu ini tetap tak dilayani rumah sakit
A
A
A
Sindonews.com - Seorang ibu, Badina, warga Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), terlantar berjam-jam di pelataran parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Mukhtar, Kota Bukittinggi, Sumbar.
Hal ini terjadi lantaran para dokter di RS Sakit tersebut menggelar aksi mogok sebagai wujud solidaritas atas penahanan tiga dokter di Manado lantaran melakukan malapraktik.
Melihat hal itu, sang suami, Hutabarat, geram. Ia tak dapat menyembunyikan kekecewaan melihat istrinya yang kritis itu belum juga mendapatkan pelayanan.
Padahal, ia datang jauh-jauh dari kampungnya, Desa Sungai Pimping, Kabupaten Pasaman. Sejak pukul 07.00 Wib, istrinya mengeluhkan sakit perut dan kondisinya kritis.
“Sebelum orang itu (dokter) selesai demo katanya pasien, orang-orang sakit tidak boleh masuk ke sini. Kecewa saya karena dari Pasaman ke sini sudah beberapa kali bolak-balik,” ungkapnya bernada kesal, Rabu (27/11/2013).
Ia berharap para dokter juga memiliki rasa kemanusiaan dengan memperhatikan nasib para pasien dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Baca juga: Buntut demo, rumah sakit tolak pasien kandungan
Hal ini terjadi lantaran para dokter di RS Sakit tersebut menggelar aksi mogok sebagai wujud solidaritas atas penahanan tiga dokter di Manado lantaran melakukan malapraktik.
Melihat hal itu, sang suami, Hutabarat, geram. Ia tak dapat menyembunyikan kekecewaan melihat istrinya yang kritis itu belum juga mendapatkan pelayanan.
Padahal, ia datang jauh-jauh dari kampungnya, Desa Sungai Pimping, Kabupaten Pasaman. Sejak pukul 07.00 Wib, istrinya mengeluhkan sakit perut dan kondisinya kritis.
“Sebelum orang itu (dokter) selesai demo katanya pasien, orang-orang sakit tidak boleh masuk ke sini. Kecewa saya karena dari Pasaman ke sini sudah beberapa kali bolak-balik,” ungkapnya bernada kesal, Rabu (27/11/2013).
Ia berharap para dokter juga memiliki rasa kemanusiaan dengan memperhatikan nasib para pasien dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Baca juga: Buntut demo, rumah sakit tolak pasien kandungan
(rsa)