Dukung Ayu, ratusan dokter di Aceh bermunajat

Rabu, 27 November 2013 - 12:32 WIB
Dukung Ayu, ratusan...
Dukung Ayu, ratusan dokter di Aceh bermunajat
A A A
Sindonews.com - Sebagai wujud solidaritas untuk dr Ayu, ratusan dokter di Aceh juga melakukan aksi mogok kerja. Berbeda dengan daerah lain yang diwarnai aksi turun ke jalan, di Banda Aceh, para dokter menggelar aksi berdoa dan zikir bersama di sela mogok.

Sekira 300 tenaga medis terdiri dari dokter, perawat, pegawai rumah sakit dan mahasiswa Fakultas Kodokteran berkumpul di Musalla RSU Zainal Abidin, untuk bermunajat doa. Usai berdoa, mereka menyampaikan testimoni satu per satu.

Aksi berlangsung selama dua jam sejak pukul 08.00 Wib ini, sebagai dukungan moral terhadap dr Ayu dan dua rekannya yang sedang menjalani proses hukum.

"Kita hentikan pelayanan selama dua jam, tapi untuk pasien-pasien emergency (darurat) tidak terganggu, tetap dilayani. Kita sudah beritahu sebelumnya kepada pasien, mereka memaklumi," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, dr Fahrul Jamal, di Banda Aceh, Rabu (27/11/2013).

Menurutnya, doa bersama ini digelar untuk membedakan Aceh sebagai provinsi berstatus syariat Islam. IDI Aceh juga menyuarakan kampanye tolak kriminalisasi dokter melalui spanduk-spanduk yang ditempel di berbagai lokasi.

"Aceh adalah daerah Islami, jadi kita tunjukkan cara-cara Islami. Kita duduk berdoa minta sama-sama kepada Tuhan agar diberikan yang terbaik kepada dokter dan bangsa ini. Kita percaya sama Tuhan dan tidak ada kekuatan yang mengalahkan kekuatan Tuhan," ujar Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSU Zainal Abidin itu.

IDI Aceh prihatin dengan proses hukum dr Ayu yang dilakukan pengadilan umum. Seharusnya, kata dia, pasien yang tak puas dengan kinerja dokter bisa menempuh mekanisme hukum dengan mengadukan ke majelis etik kedokteran dan biar majelis itu yang memutuskan.

"Jangan mengkriminalisasi dokter. Dokter itu dicipta untuk membantu pasien. Salah kalau dianggap memanfaatkan pasien," sebut Fahrul.

Pihaknya meminta dr Ayu dan rekannya segera dibebaskan. Jika tidak, tak tertutup kemungkinan akan ada aksi lebih besar dilakukan para dokter. "Kita akan berbuat (aksi) lebih besar, jadi ini bisa saja nanti berdampak lebih jelek," tukas Fahrul.

Selama aksi mogok berlangsung, para pasien khususnya yang berobat jalan di klinik RSU Zainal Abidin harus rela menunggu hingga pukul 10.00. Usai aksi, aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit terbesar di Aceh itu tetap berjalan seperti biasa.

Baca juga: "Harusnya saya operasi, tapi enggak ada dokternya"
(rsa)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
3 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
4 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
4 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved