Tolak pembangunan PLTU, massa rusak 2 kantor desa

Kamis, 07 November 2013 - 14:35 WIB
Tolak pembangunan PLTU,...
Tolak pembangunan PLTU, massa rusak 2 kantor desa
A A A
Sindonews.com - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah, terus mendapat penolakan warga di sekitar lokasi. Warga yang tidak menerima adanya pendirian PLTU itu berbuat anarkis.

Dua kantor balai desa, yaitu Balai Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis dan Balai Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, tadi siang di rusak ratusan warga. Akibat adanya perusakan ini, Kantor Desa Ponowareng ditutup dan kantor Balai Desa Karanggenang juga tak ada aktivias pelayanan warga.

Papan nama dan papan informasi hancur berantakan, demikian juga dengan meja, serta kursi-kursi untuk pertemuan dibanting dan hancur diamuk massa. Kondisi kedua desa itu, hingga kini masih tegang. Aparat masih terus melakukan patroli untuk mengamankan lokasi.

Perusakan ini bermula dari adanya pertemuan warga dengan pihak investor PT Bhimasena Power Indonesia. “Saat itu ada pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat dengan BPI, tiba-tiba ratusan warga yang menolak melakukan penyerangan,” ujar Kasie Pemerintahan Desa Karanggeneng Unasir, kepada wartawan, Kamis (7/11/2013).

Warga menyebutkan, aksi tersebut dilakukan karena mereka menolak pendirian PLTU di lima desa, yaitu Kranggeneng, Ponowareng, Ujungnegoro, dan Roban.

“Warga menentang pendirian PLTU dan adanya pembentukan forum komunikasi ini, karena hanya akan merugikan warga," jelas Roidi, tokoh warga.

Kabag Humas Polres Batang AKP Maksus, ketika dihubungi menyebutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Untuk sementara, di lokasi kejadian masih diamankan petugas dari Polres Batang dan Brimob Pekalongan.

“Kita masih menyelidiki kejadian perusakan tersebut, dan untuk mengantisipasi, aparat melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian,“ jelasnya.

Sementara itu, kondisi dua desa tersebut hingga kini masih tegang. Warga banyak bergerombol di depan rumah dan berjaga-jaga. Sementara patroli dari pihak aparat Brimob Pekalongan terus dilakukan, untuk menjaga situasi yang tidak diinginkan.
(san)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved