Waspada letusan empat tahunan Merapi

Selasa, 05 November 2013 - 11:41 WIB
Waspada letusan empat...
Waspada letusan empat tahunan Merapi
A A A
Sindonews.com - Tiga tahun silam, bencana erupsi Merapi yang menelan korban ratusan jiwa terjadi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun mewanti-wanti periodisasi kerja gunung paling aktif di dunia tersebut, yaitu antara empat sampai lima tahun.

"Mewakili BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Geologi), periodisasi Merapi adalah empat sampai lima tahun. Dulu 2010, kira-kira dua tahun ke depan Merapi akan bekerja kembali," kata Kepala BNPB Syamsul Maarif, Senin (4/11/2013) malam.

Namun begitu, menurutnya erupsi sulit diprediksi dan sangat tidak pasti. Tapi, kalau memang terjadi, diharapkan masyarakat bisa lebih tangguh dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.

"Saya yakin sulit diprediksi. Mudah-mudahan dengan pengalaman, masyarakat semakin tangguh. Karena, orang belajar akan lebih cepat memahami kalau merasakannya," tuturnya.

Mengenang terjadinya erupsi 2010, salah satu relawan juga memberikan sedikit kisahnya untuk mengingatkan masyarakat dan mengambil hikmahnya. Yaitu, Thiwul atau Sriyanto, ketua dari relawan Saluran Komunikasi Sosial Bersama (SKSB).

Dikisahkannnya, pada 26 Oktober 2010, semua warga di Desa Kepuharjo, sudah berada di barak-barak pengungsian. Para kepala dukuh pun rutin melakukan pendataan warganya.

Saat itu lah, salah satu dukuh menemukan data yang belum komplit. Satu keluarga belum diketahui keberadaannya. Padahal Merapi sudah meletus. Atas laporan tersebut, dirinya bersama rekan-rekan lain berusaha melakukan penyisiran.

"Kami melakukan penyisiran, tapi tidak bisa mendekat ke sasaran, karena lahar panas," tuturnya.

Dikatakannya, tim penyisiran berjumlah enam orang tersebut, hanya tiga orang yang mampu sampai ke lokasi. Kemudian, datang satu relawan lagi menggunakan motor trail membawakan oksigen untuk keluarga tersebut.

Ketika itu, ada laporan kalau Merapi akan meletus kembali dengan kekuatan yang lebih besar. "Kami panik, harus kembali ke pos. Satu keluarga dan empat relawan saat itu terjebak," ujarnya.

Kemudian, diambil lah keputusan petugas segera melakukan penjemputan dengan menggunakan dua kendaraan, karena ada informasi para relawan dan keluarga yang terjebak, sudah keluar dari rumah.

"Korban kami temukan di tempat berbeda, karena mereka berjalan semampu tenaga. Dengan kejadian itu, menguatkan pendapat saya bahwa bencana sulit diprediksi dan tidak memandang siapa korbannya, serta tidak akan bisa dikendalikan," katanya.

"Tetapi manusia dikaruniai pikiran dan akal. Setidaknya, bisa menghindar, asal kita mematuhi imbauan," lanjut Thiwul.
(san)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
53 menit yang lalu
Pengemudi yang Tutup...
Pengemudi yang Tutup Pelat Nomor Ditindak Pakai Hunting System
1 jam yang lalu
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
1 jam yang lalu
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
2 jam yang lalu
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
3 jam yang lalu
Sopir dan Penumpang...
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved