Dinkes Maros akui kehabisan stok vaksin rabies

Jum'at, 01 November 2013 - 12:51 WIB
Dinkes Maros akui kehabisan...
Dinkes Maros akui kehabisan stok vaksin rabies
A A A
Sindonews.com - Pihak Dinas Kesehatan Maros mengakui jika pihaknya telah kehabisan stok vaksin rabies. Akibatnya, ketika ada warga yang membutuhkan harus membeli sendiri di luar rumah sakit.

Kepala Dinkes Maros dr Firman mengungkapkan untuk tahun 2013 ini, Dinkes hanya menganggarkan sekitar 10 paket vaksin rabies. Karena berdasarkan kejadian di tahun 2012, untuk kasus rabies hanya terdapat enam kasus rabies.

"Kami prediksi tahun ini terjadi sepuluh kasus rabies, sehingga kami hanya menyediakan sekitar sepuluh paket vaksin. Tapi ternyata vaksin itu sudah habis terpakai," ujarnya, Jumat (1/11/2013).

Dia menuturkan, ketika menghadapi warga digigit anjing gila, staf Dinkes sudah meminta vaksin ke Dinkes provinsi Sulsel, namun di sana vaksin rabies juga telah habis.

"Info yang kami dapat, warga yang menjadi korban itu telah membeli vaksin di luar," ujarnya.

Dr Firman menuturkan, Dinkes tetap akan membantu warga yang terkena rabies. Jika ada juknis yang membolehkan penggantian pembelian vaksinnya.

Direktur RS Salewangan, Edy Moechtar menuturkan, penanganan rabies dikerjakan oleh petugas rumah sakit. Hanya saja untuk vaksinnya, ditangani Dinkes. Sehingga urusan vaksin dianggarkan di Dinkes.

"Kalau pengobatannya, bisa kami tangani, apalagi yang bersangkutan membawa kelengkapan untuk Jamkesda. Tapi kalau vaksinnya, bukan kami yang tangani," jelasnya.

Salah satu tenaga medis RS Salewangang, dr Thalib menjelaskan, korban gigitan anjing gila, harus mendapatkan penanganan medis dengan cara menyuntikkan vaksin, dalam kurun waktu tujuh hari. Jika dalam waktu tujuh hari tidak mendapatkan penanganan, maka itu akan mengancam nyawanya.

"Masa inkubasi di tubuh itu tujuh hari. Virus ini menyerang sistem syaraf. Jika tidak tertangani dengan baik, maka mengancam nyawa. Kalau sudah mendapatkan vaksin, maka dalam sebulan yang bersangkutan dalam pengawasan tim medis. Dia harus mendapatkan suntikan vaksin pertama dua botol, dan pekan kedua satu botol, dan pekan ketiga satu botol," jelasnya.

Sementara itu salah satu tenaga medis dari Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Maros drh Ujistiani Abidin menjelaskan, hewan yang terkena telah tertangani, sementara yang menggigit telah dibunuh.

Namun sayangnya seekor anjing yang tergigit masih dalam pencarian.

"Kalau hewan yang telah digigit, seperti sapi, dan bebek, telah diberikan vaksin. Sementara yang menggigit telah dibunuh," ungkapnya.
(lns)
Berita Terkait
Ketika 10 Binatang Liar...
Ketika 10 Binatang Liar Menginvasi Arena Olahraga
Gajah Liar Mengamuk...
Gajah Liar Mengamuk di Areal Kebun Sawit 1 Warga Tewas Diserang dengan Usus Terburai
Hewan yang Suka Menyendiri...
Hewan yang Suka Menyendiri namun Sadis dalam Berburu Mangsa
Banyumas Gempar, Ada...
Banyumas Gempar, Ada Jejak Harimau Memasuki Perkampungan
Heroik! Seorang Ibu...
Heroik! Seorang Ibu Bertaruh Nyawa Selamatkan Bayinya dari Harimau
Teror Kalajengking di...
Teror Kalajengking di Kota Mesir, 3 Tewas dan 450 Luka
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
59 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
1 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
4 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved