Sulit akur, Rudy persilakan penghuni keraton angkat kaki

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 17:03 WIB
Sulit akur, Rudy persilakan...
Sulit akur, Rudy persilakan penghuni keraton angkat kaki
A A A
Sindonews.com - Konflik yang terjadi di tubuh Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) membuat Wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, geram. Kali ini Rudi mempersilakan keluarga keraton untuk hijrah dari Kota Solo jika mereka tidak segera menyelesaikan konflik tersebut.

Pria yang akrab disapa Rudy tersebut menegaskan tugasnya sebagai mediator dalam konflik tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Apalagi hal itu diperkuat dengan instruksi dari Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, yang meminta Pemerintah Kota Solo untuk berperan aktif dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di keraton tersebut.

“Tugas pemerintah kota itu untuk menenangkan mereka agar konflik tidak meluas. Jika mereka itu tidak mau didamaikan ya silakan meminta bantuan orang lain, tetapi jangan di Kota Solo, keluarlah dari Solo,” ucap Rudy ketika ditemui SINDO, Jumat (11/10/2013) siang.

Ia menegaskan jika masih mau menyelesaikan konflik, maka Rudy memberikan waktu hingga 28 Oktober mendatang. Hal itu sesuai kesepakatkan yang terjadi dalam mediasi awal yang dilakukan oleh pihak keraton dan Pemerintah Kota Solo serta jajaran Muspida Kota Solo pada Jumat pekan lalu.

“Sesuai kesepakatan awal, Raja Hangebehi harus dikirab pada 28 Oktober mendatang tanpa adanya konflik, akan tetapi setelah adanya kesepakatan itu konflik masih terus terjadi,” sambungnya

Pihaknya menyayangkan konflik yang terus berkepanjangan tersebut. Apalagi sampai saat ini konflik masih terus berlangsung. Selain itu konflik tersebut juga dinilai memcoreng citra Kota Solo yang dikenal dengan kota sopan dan memiliki pusat kebudayaan di Keraton Solo.

Sebelum mengeluarkan pernyataan mengejutkan tersebut, pada Rabu (9/10) lalu, Rudy juga melarang para tamu VIP yang datang dalam pertemuan Forum Trasit VII yang digelar di salah satu hotel di Solo untuk datang ke keraton. Menurutnya keraton tidak perlu dikunjungi karena sedang dirundung konflik.

Sementara itu ketua Lembaga DewanAdat Keraton Kasunanan Surakarta GKR Wandansari atau Gusti Moeng, belum bisa dimintai keterangan terkait hal ini.
(rsa)
Berita Terkait
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Ulama Keraton Solo,...
Ulama Keraton Solo, KRT Pujo Setyonodipuro Tutup Usia
Momen Halalbihalal di...
Momen Halalbihalal di Keraton Solo, 2 Kubu Gelar Acara di Lokasi Berbeda
Pedagang Kaget, Pintu...
Pedagang Kaget, Pintu Alun Alun Utara Keraton Solo Mendadak Digembok
Acara Slametan Awali...
Acara Slametan Awali Pemugaran Pesanggrahan Langenharjo Keraton Solo
Lembaga Dewan Adat Keraton...
Lembaga Dewan Adat Keraton Solo Ganti Nama KGPH Mangkubumi Jadi KGPH Hangabehi
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
59 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
1 jam yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved