Acara Slametan Awali Pemugaran Pesanggrahan Langenharjo Keraton Solo
Jum'at, 31 Juli 2020 - 06:33 WIB
loading...
Prosesi Slametan atau bancakan dalam mengawali pemugaran Pesanggrahan Langenharjo di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (30/7/2020). Foto/iNewsTV/Ary Wahyu WIbowo
A
A
A
SUKOHARJO - Prosesi Slametan (syukuran) atau bancakan mengawali pemugaran Pesanggrahan Langenharjo di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo , Jawa Tengah, Kamis (30/7/2020).
Prosesi Slametan sebagai pembuka agar pemugaran petilasan peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo tersebut berjalan lancar.
Prosesi Slametan diikuti kerabat keraton bersama puluhan orang abdi dalem, sentono dan masyarkat sekitar. Pesanggrahan Langenharjo merupakan peninggalan Raja Paku Buwana (PB) IX. (Baca juga: Pedagang Kaget, Pintu Alun Alun Utara Keraton Solo Mendadak Digembok )
“Dulunya menjadi tempat rekreasi bagi keluarga keraton,” kata Pengageng Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Sekar Kencono, Kamis (30/7/2020). Letaknya berada di Dusun Langenarjan, Desa Langenharjo, tepat berada di tepi Sungai Bengawan Solo.
Petilasan dilengkapi pemandian air hangat dan menjadi tempat sakral karena digunakan untuk meditasi. Pesanggrahan Langenharjo diresmikan Raja PB X pada tahun 1931. “Pemugaran dilakukan tanpa mengubah bentuk asli karena sudah masuk data Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB),” jelas dia. (Baca juga: Lembaga Dewan Adat Keraton Solo Tiadakan Tradisi Malam Selikuran )
Prosesi Slametan sebagai pembuka agar pemugaran petilasan peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo tersebut berjalan lancar.
Prosesi Slametan diikuti kerabat keraton bersama puluhan orang abdi dalem, sentono dan masyarkat sekitar. Pesanggrahan Langenharjo merupakan peninggalan Raja Paku Buwana (PB) IX. (Baca juga: Pedagang Kaget, Pintu Alun Alun Utara Keraton Solo Mendadak Digembok )
“Dulunya menjadi tempat rekreasi bagi keluarga keraton,” kata Pengageng Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Sekar Kencono, Kamis (30/7/2020). Letaknya berada di Dusun Langenarjan, Desa Langenharjo, tepat berada di tepi Sungai Bengawan Solo.
Petilasan dilengkapi pemandian air hangat dan menjadi tempat sakral karena digunakan untuk meditasi. Pesanggrahan Langenharjo diresmikan Raja PB X pada tahun 1931. “Pemugaran dilakukan tanpa mengubah bentuk asli karena sudah masuk data Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB),” jelas dia. (Baca juga: Lembaga Dewan Adat Keraton Solo Tiadakan Tradisi Malam Selikuran )
Lihat Juga :