Pelebaran Jalan Ir Sutami terkendala pembebasan lahan

Kamis, 10 Oktober 2013 - 01:28 WIB
Pelebaran Jalan Ir Sutami...
Pelebaran Jalan Ir Sutami terkendala pembebasan lahan
A A A
Sindonews.com - Proyek pelebaran Jalan Ir Sutami, Solo, Jawa Tengah, diprediksi mulai dikerjakan Pemerintah Pusat pada 2015 mendatang. Keberhasilan proyek di jalan nasional ini tergantung kesediaan pemilik bangunan untuk melepaskan asetnya di jalur lambat Jalan Ir Sutami.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, Ahyani, mengatakan pembebasan lahan menyasar tiga lokasi. Yaitu sisi selatan tugu Cembengan, simpang empat Sekarpace dan sisi timur Koramil Jebres.

Puluhan bangunan permanen ini didirikan di tepi Jalan Ir Sutami, yang dibidik sebagai jalur lambat. Pembebasan lahan menjadi satu-satunya opsi untuk membersihkan bidang jalan itu dari kepemilikan privat. Ahyani mengatakan, sempat terjadi tarik ulur sumber pembiayaan program pembebasan lahan.

“Itu kan jalan nasional. Sudah sepatutnya dibiayai total oleh pemerintah pusat. Kalau bersumber APBD kota kurang tepat. Proposal permohonan proyek pelebaran sekaligus pembebasan lahan sudah dikirim ke pusat,” kata Ahyani, Rabu (9/10/2013).

Pantauan Sindonews.com, puluhan bangunan di jalur lambat itu dipakai usaha skala kecil dan menengah, antara lain warung makan, kelontong, bengkel, hingga jasa potong rambut. Pemkot sulit menertibkan aktivitas itu mengingat para pengusaha memiliki hak menggunakan aset pribadinya. Sementara, beban lalu lintas di Jalan Ir Sutami kian bertambah seiring meningkatnya jumlah kendaraan di jalur tersebut.

“Perbaikan jalur lambat di Jalan Ir Sutami tak akan optimal apabila masih terdapat bangunan di sejumlah lokasi strategis. Diharapkan pembebasan lahan ditangani pusat. Atau paling tidak, ada integrasi daerah dan pusat,” terang dia.

Meski jalur lambat di ruas jalan itu sulit dioptimalisasi, namun DPU mengklaim kondisi semacam ini sudah lebih baik di ruas jalan kota dan sebagian jalan provinsi. Pemanfaatan city walk dan jalur lambat telah terealisasi di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Adi Sucipto, Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Kapten Mulyadi.

Sebagai informasi, jalur lambat sepanjang 30 kilometer mulai batas kota sisi barat sampai timur hanya akan terwujud apabila tersambung sampai Jalan Ir Sutami. Sampai saat ini, realisasinya baru mencapai 18 kilometer.
(rsa)
Berita Terkait
Gunakan Mortar Busa...
Gunakan Mortar Busa Ringan, Perbaikan Jalan TAA Dikebut
Siap Kontrak Jalan Daerah...
Siap Kontrak Jalan Daerah Rp7,2 Triliun, PUPR: Kita Bahagiakan Orang yang Tak Bisa Pakai Tol
Proyek Jalan Tol Baleno...
Proyek Jalan Tol Baleno Seksi 3 Dikebut, Ditarget Selesai Juni 2024
Pemilik Lahan Belum...
Pemilik Lahan Belum Sepakat Soal Harga, Pembangunan Jalan Baru di Padalarang Terhambat
Pembangunan Jalan Dinilai...
Pembangunan Jalan Dinilai Solusi Mudahkan Akses bagi Masyarakat
Bahas Jalan, Rapat DPRD...
Bahas Jalan, Rapat DPRD Bone dan Masyarakat Desa Usa dan Mico Memanas
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved