Kemarau, Waduk Jatiluhur justru mengalir ke Jakarta

Selasa, 01 Oktober 2013 - 14:14 WIB
Kemarau, Waduk Jatiluhur...
Kemarau, Waduk Jatiluhur justru mengalir ke Jakarta
A A A
Sindonews.com - Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, melanjutkan kunjungannya ke sejumlah dinas yang ada di bawah naungan Pemprov Jawa Barat.

Kali ini, Selasa (1/10/2013), giliran Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat di Jalan Braga, Kota Bandung, yang didatanginya. Deddy membuka pemaparannya dengan meminta maaf pada semua yang hadir di ruangan.

"Maaf baru kali ini saya mampir ke sini, padahal sudah tiga bulan lebih (menjabat sebagai wagub)," katanya.

Dalam kurun tiga bulan, ia mengaku sudah mengunjungi sejumlah kantor dinas. "Masih ada kira-kira 10 OPD lagi yang belum dikunjungi, di antaranya Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian" ungkapnya.

Deddy lalu menyebut betapa pentingnya keberadaan Dinas PSDA. Ia pun menyemangati agar para PNS dan tenaga honorer Dinas PSDA bekerja keras dan ikhlas untuk kepentingan masyarakat.

Di tengah pemaparannya, Deddy bercerita soal keluhan masyarakat yang sampai padanya soal Waduk Jatiluhur di Purwakarta.

"Kemarin kuping saya sempat panas, kok kenapa katanya Waduk Jatiluhur cuma buat mengairi kebutuhan air bersih Jakarta, sementara Karawang ketika musim kemarau kekeringan," tuturnya.

Secara teknis, Deddy mengaku tidak tahu persis kenapa Waduk Jatiluhur digunakan untuk kepentingan pasokan air ke Jakarta. Sedangkan Karawang yang notabene adalah wilayah terdekat dari Waduk Jatiluhur, sama sekali tidak dialiri air dari sana.

"Ini kan menggelitik rasa keadilan," cetusnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat, Supriyatno, mengatakan di Jawa Barat ada dua pengelolaan situ atau waduk yaitu yang dikelola pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Ia mengatakan, situ yang airnya berasal dari Sungai Ciliwung dan Cisadane, itu dikelola oleh Pemprov Jawa Barat. Sehingga pemprov punya kewenangan untuk mengalirkannya ke mana pun.

Sedangkan untuk situ yang airnya berasal dari Sungai Cisanggarung, Cimanuk, dan Citarum, itu dikelola pemerintah pusat. Sehingga ketika Waduk Jatiluhur airnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan air di Jakarta, pemprov tidak bisa berbuat apa-apa.

"Jadi kewenangan situ itu tergantung wilayah aliran sungainya," jelas Supriyatno.

Selain itu, ada juga sejumlah pengelolaan sumber air yang dikelola oleh pemerintah pusat. Misalnya wilayah Pantai Utara. Sedangkan wilayah pantai selatan dikelola oleh pemerintah provinsi.
(rsa)
Berita Terkait
Kemarau Baru Mulai,...
Kemarau Baru Mulai, Warga Selatan KBB Sudah Kesulitan Air Bersih
BMKG Prakirakan Hujan...
BMKG Prakirakan Hujan di Jabar Mulai Turun Akhir Oktober
Puncak Musim Kemarau,...
Puncak Musim Kemarau, BMKG: Bandung Raya Waspada Kekeringan!
El Nino Picu Kemarau...
El Nino Picu Kemarau Panjang, PDAM Minta Masyarakat Hemat Air
Dampak Musim Kemarau,...
Dampak Musim Kemarau, Warga Mencuci Pakaian di Aliran Sungai Cileungsi
Gawat! Kemarau Basah...
Gawat! Kemarau Basah Bisa Picu Lonjakan Demam Berdarah di Jawa Barat
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
37 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved