Kondisi Keraton Solo mulai kondusif

Selasa, 27 Agustus 2013 - 15:36 WIB
Kondisi Keraton Solo...
Kondisi Keraton Solo mulai kondusif
A A A
Sindonews.com - Kondisi kompleks Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) mulai kondusif. Kondisi keraton tersebut berangsur-angsur pulih pasca bentrok yang berujung pendobrakan salah satu pintu keraton dengan mobil oleh warga Baluwarti, Senin (26/8) malam.

Sejauh pantauan KORAN SINDO, sejak pagi hari geliat perekonomian mulai terlihat. Satu persatu para pedagang mulai menampakkan diri di kompleks keraton peninggalan Zaman Mataram Islam tersebut.

Tidak hanya itu warga juga tampak beraktifitas seperti biasa. Jalur di dalam keraton tersebut juga terlihat ramai seperti tidak ada sesuatu yang terjadi di kompleks keraton tersebut.

Tidak terlihat lagi pendekar silat seperti hari Senin yang lalu.

Akan tetapi ratusan personel dari Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih tampak berjaga-jaga dengan senjata lengkap.

Seorang warga bernama Suryono mengatakan, sejak Senin malam situasi sudah aman. Konflik itu mereda sejak ada pendobrakan pintu Sasana Putra oleh orang yang mengatasnamakan warga Baluwarti.

“Setelah itu kondisi kompleks keraton mulai tenang. Bentrok juga sudah tidak terjadi lagi, sehingga aktifivas berjalan seperti biasanya hingga siang hari ini,” ucapnya, Selasa (27/8/2013).

Sementara itu, kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, KRMH Satrio Hadinagoro, membenarkan suasana keraton memang mulai kondusif.

Pihaknya meminta maaf kepada seluruh warga atas konlfik yang terjadi. “Ya kita itu sebenarnya tidak menginginkan dengan apa yang terjadi kemarin. Kita sebagai keluarga trah Mataram, meminta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat akibat konflik yang berkepanjangan di Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta,” ucapnya.

Namun demikian, pihaknya tetap meminta kepolisian untuk mengusut tuntas perusakan pintu keraton tersebut. Apalagi bangunan keraton itu masuk dalam kategori benda cagar budaya yang harus dilindungi keberadaanya.

Selain itu ia juga meminta kepada Mahapatih Tedjowulan untuk mengakui kesalahannya yang telah menyalahai aturan adat. Menurutnya konflik yang berkepanjangan tersebut dipicu oleh Tedjowulan yang telah mengaku dirinya sebagai Raja di Kasunanan Surakarta pada beberapa tahun lalu.

Padahal raja yang sah menurut adat adalah Pakubuana XIII Hanggabehi.

“Jika Tedjowulan itu mau mengakui kesalahannya yang mengaku-ngaku dirinya sebagai raja, masalah ini sudah selesai. Kita itu masyarakat adat yang memiliki aturan adat, jika ada yang melanggar harusnya ada etiket baik untuk memperbaikinya,” pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Ulama Keraton Solo,...
Ulama Keraton Solo, KRT Pujo Setyonodipuro Tutup Usia
Momen Halalbihalal di...
Momen Halalbihalal di Keraton Solo, 2 Kubu Gelar Acara di Lokasi Berbeda
Pedagang Kaget, Pintu...
Pedagang Kaget, Pintu Alun Alun Utara Keraton Solo Mendadak Digembok
Acara Slametan Awali...
Acara Slametan Awali Pemugaran Pesanggrahan Langenharjo Keraton Solo
Lembaga Dewan Adat Keraton...
Lembaga Dewan Adat Keraton Solo Ganti Nama KGPH Mangkubumi Jadi KGPH Hangabehi
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
48 menit yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
2 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
3 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
5 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
5 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
6 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved