Komnas PA usul cabut slogan Depok sebagai KLA

Minggu, 25 Agustus 2013 - 15:43 WIB
Komnas PA usul cabut...
Komnas PA usul cabut slogan Depok sebagai KLA
A A A
Sindonews.com - Sejak ditetapkan sebagai Kota Layak Anak (KLA) pada tahun 2008, namun Depok masih dihiasi oleh kasus kekerasan terhadap anak. Sehingga konsep KLA hanyalah slogan semata. Bahkan dalam keterangan resminya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan bahwa KLA tidak identik dengan banyak kasus kekerasan pada anak.

Padahal, seharusnya KLA haruslah bebas dari kasus kekerasan anak. "Cabut saja slogan itu kalau indikatornya tidak terpenuhi. Apa indokator yang digunakan dalam menetapkan KLA," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, Minggu (25/08/2013).

Dirinya mengaku heran dengan penetapan tersebut. Ditegaskan dia, Pemkot Depok tidak berdasar dalam menentukan Depok sebagai KLA. Bahkan indikator penetapan sebagai KLA pun tidak terpenuhi sama sekali.

Dia menjelaskan, penetapan KLA harus memenuhi beberapa indokator. "Yang mendasar adalah Depok harus bebas dari kasus kekerasan terhadap anak baik di lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan sosial," tegasnya.

Menurut Arist, jika faktanya angka kekerasan terhadap anak masih terjadi maka slogan itu dinilai bertolak belakang. "Jelas salah. Apalagi ada pernyataan bahwa KLA tidak identik dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak. Lalu indikator apa yang dipakai oleh pemkot?" tutupnya.

Sebelumnya diberitakan Nanda (6) ditelantarkan keluarganya hingga ditemukan warga di bawah JPO Terminal Depok. Sekujur tubuhnya dihiasi luka lebam diduga akibat penyiksaan. Nanda adalah bocah asal Malang, Jawa Timur yang baru saja tinggal dengan ibu tirinya di Depok sejak puasa lalu.
(maf)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
7 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved