Pengungsi Merapi sudah mulai kembali ke rumah
Selasa, 23 Juli 2013 - 07:11 WIB
Pengungsi Merapi sudah mulai kembali ke rumah
A
A
A
Sindonews.com - Hujan abu yang melanda kawasan lereng Merapi, membuat ratusan warga di empat dusun berlarian dan memilih mengungsi ke titik evakuasi di Balai Desa Glagaharjo.
Kejadian yang terjadi Senin (22/7) kemarin sekira pukul 04.22 WIB tersebut, mengagetkan warga karena Gunung Merapi mengeluarkan suara gemuruh yang menakutkan warga.
Menurut Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Pristiawan, jumlah pengungsi yang berasal dari empat dusun tersebut mencapai 300 jiwa.
"Berdasarkan data di BPBD, pengungsi berasal dari empat dusun, yakni Srunen, Kalitengah Lor, Nglipar dan Kalitengah Kidul," jelas Pristiawan kepada Sindonews, Selasa (23/7/2013).
Meski begitu, pihaknya mengaku sudah memberikan penjelasan jika kondisi saat ini kondisi Gunung Merapi sudah berangsur pulih kembali.
"Kalau orang dewasanya banyak yang sudah kembali ke rumah, namun untuk anak - anak dan orang tua masih di dalam posko," jelasnya.
Terkait ancaman sewaktu-waktu dari Gunung Merapi, Pristiawan mengatakan jika warga sekitar Gunung Merapi sudah dapat mengantisipasi bahaya. Hal itu lantaran warga sering melakukan simulasi jika sewaktu - waktu ada bahaya Merapi.
"Warga sudah tanggap kok, karena memang mereka sudah sering melaksanakan simulasi bencana erupsi Merapi," jelasnya.
Sebelumnya, Gunung Merapi kembali mengeluarkan abu vulkanik pukul 04.15 WIB, Senin (22/7) pagi. Hujan abu pun menyelimuti sebagian lereng Merapi.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan hujan abu tipis terjadi pada radius tujuh kilometer dari puncak Merapi menuju ke Kaliurang. Hujan abu tipis juga terjadi di Singlar dan Glagaharjo atau sekira sembilan kilometer dari puncak.
Selain itu, hujan abu juga terjadi di Deles atau berjarak enam kilometer dari puncak, Cangkringan atau mencapai 14 kilometer dari puncak, serta Balerante.
Kejadian yang terjadi Senin (22/7) kemarin sekira pukul 04.22 WIB tersebut, mengagetkan warga karena Gunung Merapi mengeluarkan suara gemuruh yang menakutkan warga.
Menurut Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Pristiawan, jumlah pengungsi yang berasal dari empat dusun tersebut mencapai 300 jiwa.
"Berdasarkan data di BPBD, pengungsi berasal dari empat dusun, yakni Srunen, Kalitengah Lor, Nglipar dan Kalitengah Kidul," jelas Pristiawan kepada Sindonews, Selasa (23/7/2013).
Meski begitu, pihaknya mengaku sudah memberikan penjelasan jika kondisi saat ini kondisi Gunung Merapi sudah berangsur pulih kembali.
"Kalau orang dewasanya banyak yang sudah kembali ke rumah, namun untuk anak - anak dan orang tua masih di dalam posko," jelasnya.
Terkait ancaman sewaktu-waktu dari Gunung Merapi, Pristiawan mengatakan jika warga sekitar Gunung Merapi sudah dapat mengantisipasi bahaya. Hal itu lantaran warga sering melakukan simulasi jika sewaktu - waktu ada bahaya Merapi.
"Warga sudah tanggap kok, karena memang mereka sudah sering melaksanakan simulasi bencana erupsi Merapi," jelasnya.
Sebelumnya, Gunung Merapi kembali mengeluarkan abu vulkanik pukul 04.15 WIB, Senin (22/7) pagi. Hujan abu pun menyelimuti sebagian lereng Merapi.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan hujan abu tipis terjadi pada radius tujuh kilometer dari puncak Merapi menuju ke Kaliurang. Hujan abu tipis juga terjadi di Singlar dan Glagaharjo atau sekira sembilan kilometer dari puncak.
Selain itu, hujan abu juga terjadi di Deles atau berjarak enam kilometer dari puncak, Cangkringan atau mencapai 14 kilometer dari puncak, serta Balerante.
(rsa)