Sidak makanan berbahaya di Kota Makassar batal digelar

Kamis, 11 Juli 2013 - 15:13 WIB
Sidak makanan berbahaya...
Sidak makanan berbahaya di Kota Makassar batal digelar
A A A
Sindonews.com - Akibat tidak adanya koordinasi lintas sektor, rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) tentang makanan kadaluarsa, berformalin, dan mengandung bahan pewarna berbahaya, batal dilaksakanan.

Sedianya, sidak yang melibatkan Balai besar Pengawasan Obat dan makanan (BPPOM) Makasssar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Makassar, Satpol PP, kepolisian, dan Dinas Kesehatan Makassar, akan dilakukan dibeberapa pasar tradisional dan pasar swalayan.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pengaduan Hubungan Masyarakat Pemkot Makassar Ridha Rasyid menjelaskan, informasi yang diteruskan ke wartawan memang dari Disperindag. Sehingga, dia tidak mengetahui jika ada perubahan jadwal sidak pada 16 Juli mendatang.

"Saya hanya teruskan apa yang dibilang Disperindag. Akan melakukan sidak, Kamis 11 Juli 2013, pukul 10.00 WITA. Jadi, saya panggil teman-teman pers. Ternyata, sudah ada jadwal untuk sidak pada tanggal 16 Juli mendatang," katanya, kepada wartawan.

Tujuan sidak ini, lanjut dia, untuk memastikan makanan dan minuman masih steril dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Begitu pula masalah izin edar dari Disperindag dan dinas kesehatan.

Sehingga jika ditemukan makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya, maka pihaknya akan segera menarik produk tersebut dari pemasaran. Sebab, kalau produk kadaluarsa dikonsumsi oleh konsumen, bisa berdampak buat kesehatan. Apalagi, yang diduga mengandung bahan pengawet.

Sebelumnya, Kepala BP POM Sulselbar Muhammad Guntur mengatakan, khusus dibulan puasa intensitas konsumsi makanan maupun minuman meningkat tiga kali lipat. Karena itu, dia meminta masyarakat mewaspadai makanan dan minuman yang mengandung zat-zat berbahaya

Kondisi ini, dimanfaatkan oknum pedagang yang ingin cepat mengeruk keuntungan. Biasanya, makanan diawetkan dengan zat berbahaya, seperti formalin, pengawet kayu, boraks, rhodamin B, serta bahan pemanis buatan.

Dari data BP POM, pada tahun 2011 lalu, ditemukan sekitar 40 jenis bahan makanan berbahaya. Dan pada tahun 2012 hingga Mei 2013 sekira 53 jenis. Adapun produk yang biasa menggunakan bahan pewarna berlebih seperti sirup dan minuman ringan lain. Kemudian sagu mutiara, dan cincau yang dijadikan campuran es buah, serta beberapa jenis jajanan lain.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nur Naisyah Asikin mengatakan, memang sudah ada jadwal yang ditentukan untuk melakukan sidak yakni tanggal 16 dan 17 Juli mendatang dari tim gabungan. "Jadi, rencana untuk sidak hari Kamis ini kami tidak tau," katanya.
(san)
Berita Terkait
Pemkot Salatiga Gelar...
Pemkot Salatiga Gelar Razia Makanan dan Minuman di Pasar
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
Petugas Razia Makanan...
Petugas Razia Makanan Minuman Kadaluwarsa
Terima Laporan Masyarakat,...
Terima Laporan Masyarakat, Polsek Medan Baru Cek Langsung Diskotek dan Spa
Belasan Pelajar dan...
Belasan Pelajar dan Mahasiswa Diamankan dari Penginapan
Asyik, Kena Razia Pekat...
Asyik, Kena Razia Pekat Malah Diberi Sembako
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
53 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved