Tolak kekerasan, AJI Surabaya demo lakban mulut

Jum'at, 28 Juni 2013 - 17:57 WIB
Tolak kekerasan, AJI...
Tolak kekerasan, AJI Surabaya demo lakban mulut
A A A
Sindonews.com - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, menggelar aksi tutup mulut di depan Mapolda Jatim. Aksi ini, adalah bentuk protes terhadap pengerusakkan kantor Radar Madura, pada Kamis 27 Juni 2013.

Dalam tuntutannya, AJI mendesak aparat kepolisian segera menindak tegas para pelaku pengerusakkan kantor media Radar Madura. Menurut Koordinator Divisi Advokasi dan Serikat Pekerja AJI Surabaya Yovinus Guntur W, pengerusakkan kantor Radar Madura, tersebut adalah bentuk pembungkaman terhadap pers.

Padahal, di Undang-undang 40 tahun 1999 sudah diatur jika ada konflik terkait pemberitaan untuk tidak mengedepankan kekerasan. "Kami juga meminta seluruh jurnalis untuk tetap bekerja secara profesional, berdasarkan kode etik jurnalis dan UU Pers," kata Yovi, saat aksi tersebut, Jumat (28/6/2013).

Dia menjelaskan, pengerusakkan kantor Radar Madura, oleh sekelompok orang itu menambah daftar panjang kejahatan di era kebebasan pers saat ini. Selain itu, menunjukkan minimnya pemahaman terhadap undang-undang pers oleh masyarakat.

"Ada mekanisme bagi masyarakat atau siapapun yang merasa dirugikan dengan pemberitaan, bukan melakukan pengerusakkan seperti yang terjadi di kantor Radar Madura itu," jelasnya.

Pengerusakkan kantor Radar Madura itu, tidak hanya melanggar undang-undang pers saja, melainkan sudah pada tindakkan kriminal. Sehingga, aparat kepolisian harus bertindak tegas untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Para pelaku juga melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHP soal ancaman kekerasan dan Pasal 406 KUHP tentang kekerasan. Untuk itu, kami AJI Surabaya mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini," tukasnya.

Selain menggelar aksi tutup mulut, para wartawan Surabaya, ini juga membagi-bagikan stiker bertuliskan: Usut Tuntas Kekerasan Pada Jurnalis, Tolak Impunitas! Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan, Stop Kekerasan Pada Jurnalis.
(san)
Berita Terkait
Wartawan di Pasuruan...
Wartawan di Pasuruan Dikirimi Paket Misterius Diduga Berisi Racun, 3 Hari Kritis Mengalami Kebutaan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penculikan dan Pengeroyokan Wartawan di Karawang
Soroti Kekerasan Terhadap...
Soroti Kekerasan Terhadap Wartawan, Partai Garuda: Mereka Dilindungi UU
Indeks Keselamatan Jurnalis...
Indeks Keselamatan Jurnalis 2023: 45 Persen Wartawan Pernah Alami Tindak Kekerasan
2 Tersangka Kasus Penganiayaan...
2 Tersangka Kasus Penganiayaan Wartawan Diminta Menyerahkan Diri
Penganiayaan Wartawan...
Penganiayaan Wartawan di Madina, IWO Sumut: Bukti Nyata Ancaman Terhadap Dunia Pers
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
19 menit yang lalu
Kabar Duka, Ketua DPRD...
Kabar Duka, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia
1 jam yang lalu
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
1 jam yang lalu
Rano Karno Jagokan Spanyol...
Rano Karno Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Unggul Tipis dari Argentina
8 jam yang lalu
Rano Karno Kaget Nobar...
Rano Karno Kaget Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng Dihadiri Hampir 14 Ribu Warga
8 jam yang lalu
Semarak Nobar Spanyol...
Semarak Nobar Spanyol vs Argentina di Senayan Park
9 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved