13 Kecamatan di Tulungagung rawan hama tikus

Kamis, 13 Juni 2013 - 15:58 WIB
13 Kecamatan di Tulungagung...
13 Kecamatan di Tulungagung rawan hama tikus
A A A
Sindonews.com - Sedikitnya 128,1 hektar lahan pertanian di 13 kecamatan yang berada di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), rawan terserang hama tikus. Kondisi tersebut membuat petani terancam gagal panen.

Sebanyak 13 kecamatan yang rawan hama tikus tersebut diantaranya Kecamatan Selopambang, Kranggan, Tembarak, Temanggung, Jumo, Ngadirejo, Wonoboyo, Bulu, Bejen, Candiroto, Kedu, Kandangan, dan Parakan.

“Dari ke 13 kecamatan tersebut, kecamatan yang paling rawan adalah Kecamatan Selopampang. Saat ini saja, 64 hektar lahan pertanian di kecamatan tersebut sudah ludes di serang tikus,” kata Kepala Bidang Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, Harnani, Distanbunhut Kabupaten Temanggung, Kamis (13/6/2013).

Data luasan yang terserang tikus, ungkap dia, berdasarkan pengamatan pada 1-15 Mei. Data itu kemungkinan bisa bertambah atau tetap pada angka yang sama dalam satu hingga dua bulan mendatang.

“Selain mengancam terhadap keberhasilan panen, serangan hama tikus juga berpengaruh terhadap produktivitas tanamannya,” paparnya.

Dijelaskannya, tanaman yang sering dan mudah diserang tikus adalah padi. Meski demikian, tanaman jagung, sayuran dan tanaman palawija juga berpotensi diserang hama tikus.

“Tidak hanya padi saja, hampir semua jenis tanaman juga bisa di serang tikus, mereka selalu bermigrasi,” terangnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung, Sunardi mengimbau kepada para petani untuk melakukan pola tanaman serempak. Upaya tersebut setidaknya mampu memutus mata rantai makanan yang dapat mengurangi populasi hama.

“Saat ini petani masih belum sadar untuk melakukan pola tanam itu, jadi serangan tikus masih terus terjadi,” ujarnya.

Namun, pola serempak masih sulit dilakukan karena topografi di sebagian wilayah Kabupaten Temanggung miring. Selain itu, sumber air yang relatif terbatas,membuat para petani melakukan tanam secara bergantian.

“Satu daerah dengan daerah lainnya tidak pernah bisa melakukan pola tanam serempak, jadi persediaan makan untuk tikus selalu ada, ini yang menyebabkan serangan tikus selalu terjadi setiap tahunnya,” jelasnya.

Terpisah, Muhtamar (50), petani daerah Kecamatan Jumo mengatakan, tanaman jagungnya saat berusia 90 hari sudah di makan tikus. Sehingga sebagian besar sudah tidak bisa di panen karena habis di makan tikus.

“Ludes Mas, tanaman jagung dan kubis milik saya semua habis di makan tikus, sudah jelas saya mengalami kerugian jutaan rupiah,” keluhnya.

Sejauh ini, katanya, belum ada tindakan dari pemerintah untuk mengurangi serangan hama tikus. Menurutnya, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di UPT Pertanian di tiap kecamatan belum bekerja secara maksimal.

“Percuma saja ada PPL, mereka hanya mau kelompok-kelompok tani saja, kalau terjun langsung ke petani jarang sekali, seharusnya mereka kan bertugas untuk membantu semua petani,” tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
500 Hektare Tanaman...
500 Hektare Tanaman Pertanian Blitar Diganyang Tikus
Sudah Sepekan Serdadu...
Sudah Sepekan Serdadu Lalat Serang Desa di Madina
Serangan Lembing Batu...
Serangan Lembing Batu di Indramayu Akibatkan Puluhan Pemotor Jatuh
Teror Hama Ulat di Permukiman...
Teror Hama Ulat di Permukiman Warga Mangunsari Sidomukti
Serangan Hama Picu Penurunan...
Serangan Hama Picu Penurunan Produksi Bawang Merah di Jawa Timur
Mirip Manusia, Ilmuwan...
Mirip Manusia, Ilmuwan Ungkap Tanaman Saling Berbicara
Berita Terkini
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
16 menit yang lalu
Rumah Sakit IHC Jember...
Rumah Sakit IHC Jember Dinilai Berhasil Hadirkan Layanan Kesehatan yang Humanis
17 menit yang lalu
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
43 menit yang lalu
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
2 jam yang lalu
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
2 jam yang lalu
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal di Palu
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved