Demonstran tuding Keluarga Cikeas pusat koruptor

Senin, 11 Maret 2013 - 14:14 WIB
Demonstran tuding Keluarga...
Demonstran tuding Keluarga Cikeas pusat koruptor
A A A
Sindonews.com - Keluarga Cikeas mulai disebut-sebut sebagai pusat yang mengendalikan praktik korupsi di negeri ini. Suara sumbang yang didengungkan kepada Keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, semakin berani diteriakkan oleh aktivis anti korupsi.

"KPK harus segera, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, memberantas korupsi langsung di pusat penyebar virusnya, yaitu Cikeas," kata Koordinator Lintas Mahasiswa Pro KPK Tangkap Koruptor Cikeas (Limpro KPK) Yosef Sampurna, dalam orasinya di di depan gedung KPK, Jakarta, Senin (11/3/2013).

Lebih jauh, dia mendesak KPK untuk segera memeriksa semua nama yang disebut bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazarudin seperti Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, dan Anas Urbaningrum.

"Maka KPK juga harus segera memeriksa Ibas alias Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Ani Yudhoyono yang sudah lama disebut Nazaruddin dan Yulianis di pengadilan," tegasnya.

Ditambahkan dia, KPK seharusnya tidak bersikap pasif dalam menangani kasus korupsi Keluarga Cikeas. Pasalnya, KPK mengaku masih menunggu laporan untuk menangani kasus itu.

"KPK jangan menunggu dari masyarakat. Tugas mereka itu mencari bukti juga. Kalau masyarakat bisa dapat bukti, bagaimana mereka (KPK) yang punya wewenang," tegasnya.

Seperti diketahui, nama Ibas disebut-sebut mendapatkan uang dari PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M Nazaruddin. Nama Ibas tertera di dokumen yang diduga milik direktur keuangan PT Anugerah, Yulianis.

Dokumen ini beredar dikalangan wartawan. Dari dokumen yang diduga merupakan rekap data keuangan PT Anugerah Nusantara, Ibas disebut menerima uang hingga Rp3,6 miliar.

Aliran dana dari PT Anugerah Nusantara ke Ibas dilakukan melalui empat kali pengiriman. Pertama, pada 29 April 2010. Ibas menerima kiriman uang sebanyak dua kali yakni USD500.000 dan USD100.000.

Kedua, pada 30 April 2010, Ibas menerima dua kali pengiriman uang dari PT Anugrah Nusantara sebesar USD200.000 dan USD100.000.
(san)
Berita Terkait
Jaga Kondusivitas Salatiga,...
Jaga Kondusivitas Salatiga, Wali Kota Ajak Masyarakat Tolak Unjuk Rasa Anarkis
Besok Buruh di Jabar...
Besok Buruh di Jabar Bakal Gelar Aksi unjuk Rasa, Ini Tuntutannya
Diduga Provokator, Polisi...
Diduga Provokator, Polisi Tangkap 8 Pemuda Peserta Demo
Polisi dan Mahasiswa...
Polisi dan Mahasiswa Bentrok di Bangladesh, Enam Orang Tewas!
Demonstran Prancis Bentrok...
Demonstran Prancis Bentrok dengan Aparat Keamanan, 150 Polisi Terluka
Senjata Sonik Ilegal...
Senjata Sonik Ilegal Digunakan untuk Membubarkan 300.000 Demonstran di Serbia
Berita Terkini
MNC Peduli Salurkan...
MNC Peduli Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Kemayoran
7 jam yang lalu
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
7 jam yang lalu
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
7 jam yang lalu
PNM Komitmen Hadirkan...
PNM Komitmen Hadirkan Layanan Berlandaskan Keadilan Sosial
9 jam yang lalu
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
11 jam yang lalu
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
12 jam yang lalu
Infografis
Konflik keluarga Kerajaan...
Konflik keluarga Kerajaan Inggris Makin Meruncing
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved