Intimidasi warnai Pilkada ulang Kapuas

Senin, 04 Februari 2013 - 04:01 WIB
Intimidasi warnai Pilkada...
Intimidasi warnai Pilkada ulang Kapuas
A A A
Sindonews.com – Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Muchtar Sindang mengatakan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah penuh dengan pelanggaran, utamanya intimidasi dan money politic.

Muchtar menuturkan, KIPP Kalteng menemukan pelanggaran bernuansa intimidatif saat pemilu ulang, karena kepolisian memberikan rekomendasi pam swakarsa atas nama suku dan adat untuk melakukan tindakan mengancam.

Pam swakarsa adat itu adalah BATAMAD (Barisan Pertahanan Adat Dayak) yang cenderung membuat masyarakat merasa tertekan ketika mendukung calon tertentu.

“Banyak isu yang seperti sengaja disebarkan dengan metode agitasi propaganda yang berisi tentang pribumi dan non pribumi. Ada pula ancaman kekerasan atau rusuh bila tidak memilih pasangan tertentu. Ini sangat membahayakan semangat nasionalisme,” ujarnya di Jakarta, Minggu (3/2/2013).

Muchtar mengatakan, dalam pesta demokrasi di daerah sudah tidak dibenarkan lagi memakai dikotomi pribumi dan non pribumi, warga asli atau warga pendatang. Dalam Pilkada, kata dia, semua harus mendapat kedudukan dan kesempatan yang sama, karena mereka punya hak sebagai Warga Negara Indonesia.

“Hal ini dilanggar dalam Pilkada Kapuas karena ada intimidasi yang memakai kedok proibumi dan pendatang,” terangnya.

Selain itu, KIPP Kalteng juga menemukan dugaan money politic dengan sistematis dan massif. Sebab jauh sebelum pencoblosan yang dilakukan hari Rabu 23 Jaqnuari 2013, money politics diduga dilakukan oleh pasangan calon calon yang akhirnya dinyatakan menang, yakni Ben Brahim-Muhajirin.

Selain itu, tutur Muchtar, pihaknya menilai KPUD Kapuas tidak netral lantaran Ketua KPUD Novita berulang kali mengabaikan masuknya sejumlah laporan masyarakat tentang pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.

Bahkan ketua KPUD seolah sengaja mengabaikan laporan yang tidak menguntungkan calon tertentu. “Ternyata suami Novita adalah salah satu tim sukses pasangan calon. Ini yang kita sebut tidak netral dan tidak independen,” tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Ketua DPC Demokrat Parij...
Ketua DPC Demokrat Parij Ismeth Rinjani Daftar Bupati Kapuas
Dapat Dukungan Besar...
Dapat Dukungan Besar Masyarakat Kapuas, Agustiar Optimistis Bawa Kemajuan
Debat Pilkada, Sugianto...
Debat Pilkada, Sugianto Sabran Soroti Jumlah Desa Sangat Tertinggal di Kapuas
Ulama Kapuas Dukung...
Ulama Kapuas Dukung Agustiar Sabran di Pilgub Kalteng
Tokoh Agama hingga Adat...
Tokoh Agama hingga Adat Hadiri Kampanye Akbar Huma Betang Agustiar-Edy
Bupati Kapuas dan Istri...
Bupati Kapuas dan Istri Ditahan KPK
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
39 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Ketua Umum PP Muhammadiyah...
Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta PPN 12% Dikaji Ulang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved