Tilep dana proyek, adik Bupati Bulukumba kabur
Minggu, 30 Desember 2012 - 16:34 WIB
Tilep dana proyek, adik Bupati Bulukumba kabur
A
A
A
Sindonews.com - Setelah sukses menilep dana proyek pengadaan motor penyuluh, Rusdiyanto Hasan pemilik CV Dirham Pratama kabur. Kantor Badan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Bulukumba mendesak agar Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba, Sulawesi Selatan segera menangkap adik bupati tersebut.
Pasalnya, keterlambatan ini membuat rencana tender ulang proyek pengadaan motor penyuluh pertanian sebesar Rp700 juta diprediksi bakal molor. Penyebabnya, sampai sekarang belum ada tindakan positif diambil pihak kepolisian bagaimana supaya uang negara yang dibawa kabur rekanan dikembalikan ke kas daerah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPK Bulukumba Muhammad Tayeb mengatakan, pihaknya berharap kasus tersebut dipercepat karena pengadaan motor penyuluh pertanian sudah mendesak. Hanya saja, kendalanya karena anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD 2011 lalu, dibawa lari oleh rekanan dan belum dikembalikan sampai sekarang.
“Uang proyek ini harus dikembalikan segera ke kas daerah. Sebab, kami berencana ingin meluncurkan anggaranya awal tahun depan supaya bisa ditender ulang,"ucap Tayeb kepada SINDO, Minggu (30/12/2012).
Kendaraan, lanjutnya, sudah sangat dibutuhkan penyuluh pertanian di lapangan. Jika tidak segera dikembalikan, kemungkinan akan tertunda lagi.
"Ini akan merugikan bagi Pemkab Bulukumba,” tegasnya.
Menurutnya, seharusnya kasus ini dipercepat karena jauh sebelum BKP Bulukumba sudah dilaporkan secara resmi kepada polisi. Bahkan, keterangan soal kronologis pengadaan kendaraan dinas (randis) sudah diberikan.
“Kami sudah dimintai ketarangan seputar kasus ini. Makanya, saya berharap polisi segera menyelesaikan,” tutur mantan Kepala bagian Umum Pemkab Bulukumba ini.
Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba Zulkifli Saiyye mengemukakan, polisi seharusnya memproses kasus adik Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan secepatnya.
“Jangan karena adik bupati lantas kasusnya dibiarkan mengendap. Tapi, siapapun yang terlibat dalam masalah harus diproses," tegasnya.
Mengenai pengadaan motor penyuluh, diakui Zulkifli sudah ada persetujuan dewan untuk melakukan tender ulang.
"Kita sudah menyepakati agar proyek pengadaan motor ini ditender ulang, jika uangnya sudah kembali semua,” kata Zulkifli.
Kapolres Bulukumba AKBP Ja’far Sodiq mengaku, kalau pihaknya masih melakukan perlengkapan berkas terhadap kasus adik bupati Bulukumba tersebut.
“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Hanya, saya dengar kasus ini juga ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba. Kalau itu benar, tinggal koordinasi kesana diperkuat supaya bisa segera diselesaikan,” ujar Ja’far.
Pasalnya, keterlambatan ini membuat rencana tender ulang proyek pengadaan motor penyuluh pertanian sebesar Rp700 juta diprediksi bakal molor. Penyebabnya, sampai sekarang belum ada tindakan positif diambil pihak kepolisian bagaimana supaya uang negara yang dibawa kabur rekanan dikembalikan ke kas daerah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPK Bulukumba Muhammad Tayeb mengatakan, pihaknya berharap kasus tersebut dipercepat karena pengadaan motor penyuluh pertanian sudah mendesak. Hanya saja, kendalanya karena anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD 2011 lalu, dibawa lari oleh rekanan dan belum dikembalikan sampai sekarang.
“Uang proyek ini harus dikembalikan segera ke kas daerah. Sebab, kami berencana ingin meluncurkan anggaranya awal tahun depan supaya bisa ditender ulang,"ucap Tayeb kepada SINDO, Minggu (30/12/2012).
Kendaraan, lanjutnya, sudah sangat dibutuhkan penyuluh pertanian di lapangan. Jika tidak segera dikembalikan, kemungkinan akan tertunda lagi.
"Ini akan merugikan bagi Pemkab Bulukumba,” tegasnya.
Menurutnya, seharusnya kasus ini dipercepat karena jauh sebelum BKP Bulukumba sudah dilaporkan secara resmi kepada polisi. Bahkan, keterangan soal kronologis pengadaan kendaraan dinas (randis) sudah diberikan.
“Kami sudah dimintai ketarangan seputar kasus ini. Makanya, saya berharap polisi segera menyelesaikan,” tutur mantan Kepala bagian Umum Pemkab Bulukumba ini.
Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba Zulkifli Saiyye mengemukakan, polisi seharusnya memproses kasus adik Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan secepatnya.
“Jangan karena adik bupati lantas kasusnya dibiarkan mengendap. Tapi, siapapun yang terlibat dalam masalah harus diproses," tegasnya.
Mengenai pengadaan motor penyuluh, diakui Zulkifli sudah ada persetujuan dewan untuk melakukan tender ulang.
"Kita sudah menyepakati agar proyek pengadaan motor ini ditender ulang, jika uangnya sudah kembali semua,” kata Zulkifli.
Kapolres Bulukumba AKBP Ja’far Sodiq mengaku, kalau pihaknya masih melakukan perlengkapan berkas terhadap kasus adik bupati Bulukumba tersebut.
“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Hanya, saya dengar kasus ini juga ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba. Kalau itu benar, tinggal koordinasi kesana diperkuat supaya bisa segera diselesaikan,” ujar Ja’far.
(ysw)