Wartawan diimbau, sebarkan pemahaman bencana

Rabu, 26 Desember 2012 - 04:01 WIB
Wartawan diimbau, sebarkan...
Wartawan diimbau, sebarkan pemahaman bencana
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi VIII DPR Nasir Djamil mengimbau, wartawan Aceh meningkatkan kapasitas pengetahuan kebencanaan serta mendidik masyarakat agar mampu mengurangi resiko bencana.

"Memberitakan serta membangun opini masyarakat tentang pentingnya pengurangan risiko bencana, serta menanggani bencana jika terjadi," katanya pada puluhan wartawan pada acara doa bersama, memperingati sewindu bencana gempa dan tsunami Aceh, di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Selasa (25/12/2012).

Dalam tausiahnya, nasir menyatakan, bencana bukan sekedar peringatan tuhan, melainkan juga ulah manusia. Salah satunya pengrusukan hutan, sehingga menyebabkan perubahan pemahaman masyarakat tentang tanda bencana turut berubah.

"Sebelum tsunami orang-orang di Baet, Aceh Besar, melihat ternak lari, burung-burung terbang dan semut keluar dari sarang, tapi masyarakat tidak membaca tanda itu," terang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman menyatakan, gempa dan tsunami telah meluluhlantakkan Aceh, serta merengut korban jiwa, harta benda termasuk wartawan.

"Saat gempa dan tsunami banyak wartawan menjadi korban saat menjalankan tugas," katanya.

Sekjend Forum Jurnalis Aceh Peduli Bencana (FJAPB) Fakhrurradzie Gade usai doa bersama menyampaikan, setiap tahun jurnalis di Banda Aceh menggelar doa bersama.

"Ini agenda mengenang sahabat kan ada 27 jurnalis yang meninggal dan hilang saat tsunami," paparnya.

Menurutnya, salah satu penyebab banyaknya korban jiwa wartawan dikarenakan pengetahuan tentang tsunami yang sangat minim ketika itu. Tapi kini, wartawan Aceh telah mengambil hikmah dan belajar dari pengalaman.

"Bang Muharram M Nur Ketua AJI Banda Aceh korban tsunami, kini namanya diabadikan jadi sekolah jurnalistik," tambahnya.

Selain itu menurutnya, di Aceh sejumlah wartawan yang tergabung dalam FJAPB juga sudah menyepakati sejumlah kode etik saat meliput bencana. "Setiap bencana ada hikmah," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Tiga Bulan Dibentuk,...
Tiga Bulan Dibentuk, Kinerja Tim Implementasi MoU Helshinki Dipertanyakan
ACT Terus Dampingi dan...
ACT Terus Dampingi dan Siapkan Pangan Untuk Penyintas Rohingya di Aceh
Ibu Rumah Tangga Ini...
Ibu Rumah Tangga Ini Nekat Pasok Sabu untuk Suami di Rutan
Bencana Banjir Terjang...
Bencana Banjir Terjang Aceh Barat, Ribuan Rumah Terendam
Demi Daging Meugang,...
Demi Daging Meugang, Warga Subussalam Aceh Rela Berdesakan di Pasar Sejak Subuh
Gelombang Tinggi Hantam...
Gelombang Tinggi Hantam Aceh Barat Daya, 38 Rumah Ambruk
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
6 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 jam yang lalu
Infografis
10 Bencana Alam yang...
10 Bencana Alam yang Banyak Menelan Korban Jiwa pada 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved