Korban longsor Depok trauma
Senin, 24 Desember 2012 - 15:34 WIB
Korban longsor Depok trauma
A
A
A
Sindonews.com - Sekira 14 rumah di Kelurahan Jatijajar, Tapos, Depok, terkena longsor pada Minggu 23 Desember 2012 malam. Setidaknya terdapat tiga titik longsor, yakni di RT 002/06, RT 005/06, RW 06/013.
Salah satu korban longsor yakni pasangan suami istri Samaludin dan Wahyuni nyaris terkubur hidup-hidup. Saat kejadian, Samaludian sedang membersihkan belakang rumah dari banjir dan tanah yang gugur. Tiba-tiba bebatuan turun dan berjatuhan diikuti dengan tanah yang hampir mengubur mereka.
"Kalau trauma itu pasti, karena saya dan istri terkubur separuh badan kami oleh tanah, beruntung warga menyelamatkan kami cepat, dan istri luka-luka memar, kami juga sudah ke rumah sakit," kata Samaludin, di Tapos, Depok, Senin (24/12/12).
Sementara itu, Samaludin bersama warga korban longsor lainnya, saat ini tengah membersihkan rumah mereka dari puing-puing dan juga tanah longsor. Dia meminta pihak terkait untuk menangani longsor agar tak terjadi longsor susulan.
"Sedang bersihkan puing-puing, dibantu warga, sekarang tinggal bersihkan sisa-sisa tanah. Bantuan yang sudah datang, sembako, peralatan medis, makanan. Kami berharap dinas terkait mampu memberikan penanganan terhadap tebing setinggi lima meter yang longsor," ucapnya.
Di sisi lain, berdasarkan data Taruna Siaga Bencana (Tagana) Depok, jumlah korban luka akibat longsor mencapai empat orang. Sementara Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Heri Gumilar sudah mengecek lokasi longsor.
Salah satu korban longsor yakni pasangan suami istri Samaludin dan Wahyuni nyaris terkubur hidup-hidup. Saat kejadian, Samaludian sedang membersihkan belakang rumah dari banjir dan tanah yang gugur. Tiba-tiba bebatuan turun dan berjatuhan diikuti dengan tanah yang hampir mengubur mereka.
"Kalau trauma itu pasti, karena saya dan istri terkubur separuh badan kami oleh tanah, beruntung warga menyelamatkan kami cepat, dan istri luka-luka memar, kami juga sudah ke rumah sakit," kata Samaludin, di Tapos, Depok, Senin (24/12/12).
Sementara itu, Samaludin bersama warga korban longsor lainnya, saat ini tengah membersihkan rumah mereka dari puing-puing dan juga tanah longsor. Dia meminta pihak terkait untuk menangani longsor agar tak terjadi longsor susulan.
"Sedang bersihkan puing-puing, dibantu warga, sekarang tinggal bersihkan sisa-sisa tanah. Bantuan yang sudah datang, sembako, peralatan medis, makanan. Kami berharap dinas terkait mampu memberikan penanganan terhadap tebing setinggi lima meter yang longsor," ucapnya.
Di sisi lain, berdasarkan data Taruna Siaga Bencana (Tagana) Depok, jumlah korban luka akibat longsor mencapai empat orang. Sementara Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Heri Gumilar sudah mengecek lokasi longsor.
(maf)