2013, PT KAI tambah 180 unit KRL
Senin, 24 Desember 2012 - 12:02 WIB
2013, PT KAI tambah 180 unit KRL
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan akan menambah 180 unit KRL untuk mengganti KRL ekonomi dan menambah rangkaian perjalanan KRL.
Humas PT KAI Daops I Mateta Rizalulhaq mengatakan, hal itu dimaksudkan sebagai perwujudan target tahun 2018 PT KAI yang akan mengangkut 1,2 juta penumpang setiap harinya. Sejauh ini PT KAI baru mampu mengangkut 450 ribu penumpang setiap hari.
"Sudah dilakukan secara bertahap untuk penghapusan KRL ekonomi, tentunya ini menyangkut keselamatan, boleh dilihat pintu tak bisa ditutup, gangguan tinggi, safety enggak ada," ungkapnya kepada wartawan, di Stasiun Citayam, Senin (24/12/12).
Mateta menambahkan, KRL ekonomi yang tersisa saat ini untuk Jakarta-Bogor masih sembilan rangkaian atau 90 perjalanan. Jumlah itu siap diganti dengan rangkaian Commuter Line.
"Sisa ekonomi 90 perjalanan, sembilan rangkaian. Ini sudah disiapkan penggantinya. Seperti tahun sebelumnya 120 unit didatangkan," jelasnya.
Menurutnya, untuk mengangkut 1,2 juta penumpang, tentunya frekuensi harus ditingkatkan tiga kali lipat. Hal itu termasuk kebutuhan ruang tunggu peron dan supply listrik yang memadai.
Humas PT KAI Daops I Mateta Rizalulhaq mengatakan, hal itu dimaksudkan sebagai perwujudan target tahun 2018 PT KAI yang akan mengangkut 1,2 juta penumpang setiap harinya. Sejauh ini PT KAI baru mampu mengangkut 450 ribu penumpang setiap hari.
"Sudah dilakukan secara bertahap untuk penghapusan KRL ekonomi, tentunya ini menyangkut keselamatan, boleh dilihat pintu tak bisa ditutup, gangguan tinggi, safety enggak ada," ungkapnya kepada wartawan, di Stasiun Citayam, Senin (24/12/12).
Mateta menambahkan, KRL ekonomi yang tersisa saat ini untuk Jakarta-Bogor masih sembilan rangkaian atau 90 perjalanan. Jumlah itu siap diganti dengan rangkaian Commuter Line.
"Sisa ekonomi 90 perjalanan, sembilan rangkaian. Ini sudah disiapkan penggantinya. Seperti tahun sebelumnya 120 unit didatangkan," jelasnya.
Menurutnya, untuk mengangkut 1,2 juta penumpang, tentunya frekuensi harus ditingkatkan tiga kali lipat. Hal itu termasuk kebutuhan ruang tunggu peron dan supply listrik yang memadai.
(rsa)