BPBD sisir Sungai Dara
Senin, 17 Desember 2012 - 10:45 WIB
BPBD sisir Sungai Dara
A
A
A
Sindonews.com – Muh Alif, bocah berumur tiga tahun yang diduga terseret arus sungai saat banjir terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), hingga kini belum ditemukan.
Tim SAR dari BPBD, TNI, dibantu warga di Kelurahan Darma, Kecamatan Anreapi, sejak pagi masih terus melakukan pencarian dengan menyisir tepi sungai Dara dan Sungai Basseang, yang diduga tempat terseretnya bocah tersebut.
“Korban belum ditemukan. Proses pencarian masih dilakukan dengan menyisir tepi sungai Basseang dan Dara yang diduga tempat terseretnya korban,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Abdul Jalil, kepada SINDO, Senin (17/12/2012).
Dikatakan Jalil, timnya yang diturunkan ke lapangan mencari korban dibantu warga akan berusaha untuk bisa menemukan korban. Hanya saja, untuk saat ini, tim pencari korban memiliki kendala untuk mencari korban ditengah sungai karena arus air yang cukup deras.
Sebelumnya, Muh Alif yang merupakan putra dari Masnah ini diduga terbawa arus ke sungai sekira pukul 08.00 Wita, Minggu, 16 Desember 2012, saat banjir terjadi di rumahnya di Kelurahan Darman, Kecamatan Anreapi. Ketika itu, ibu korban sedang berada di dapur untuk memasak.
Dalam kurung dua bulan, selain kejadian banjir bandang di wilayah Kabupaten Mamasa, yang mengakibatkan belasan korban jiwa, sudah tiga bocah yang menjadi korban akibat terseret arus. Dua diantaranya merupakan merupakan kejadian di wilayah Kabupaten Majene.
Tim SAR dari BPBD, TNI, dibantu warga di Kelurahan Darma, Kecamatan Anreapi, sejak pagi masih terus melakukan pencarian dengan menyisir tepi sungai Dara dan Sungai Basseang, yang diduga tempat terseretnya bocah tersebut.
“Korban belum ditemukan. Proses pencarian masih dilakukan dengan menyisir tepi sungai Basseang dan Dara yang diduga tempat terseretnya korban,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Abdul Jalil, kepada SINDO, Senin (17/12/2012).
Dikatakan Jalil, timnya yang diturunkan ke lapangan mencari korban dibantu warga akan berusaha untuk bisa menemukan korban. Hanya saja, untuk saat ini, tim pencari korban memiliki kendala untuk mencari korban ditengah sungai karena arus air yang cukup deras.
Sebelumnya, Muh Alif yang merupakan putra dari Masnah ini diduga terbawa arus ke sungai sekira pukul 08.00 Wita, Minggu, 16 Desember 2012, saat banjir terjadi di rumahnya di Kelurahan Darman, Kecamatan Anreapi. Ketika itu, ibu korban sedang berada di dapur untuk memasak.
Dalam kurung dua bulan, selain kejadian banjir bandang di wilayah Kabupaten Mamasa, yang mengakibatkan belasan korban jiwa, sudah tiga bocah yang menjadi korban akibat terseret arus. Dua diantaranya merupakan merupakan kejadian di wilayah Kabupaten Majene.
(ysw)