Sejak menjelang Lebaran, daging sapi langka di Jakarta
Sabtu, 15 Desember 2012 - 14:29 WIB
Sejak menjelang Lebaran, daging sapi langka di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Kurangnya pasokan daging sapi di wilayah DKI Jakarta, diindikasi sebagai salah satu sebab nekatnya oknum pedagang bakso untuk mencampur daging sapi dengan babi, sebagai bahan untuk membuat bakso.
Hal ini terbukti dengan digerebeknya beberapa tempat penggilingan daging di Jakarta yang diketahui melakukan pengoplosan tersebut. Selain itu, berdasarkan pengujian sample bakso yang diambil di beberapa wilayah di Jakarta, ditemukan daging babi di dalamnya.
Meskipun begitu, presentasinya masih kecil jika dibandingkan dengan sample yang negatif mengandung daging babi. Selain itu, kelangkaan daging sapi ini diakui sudah terjadi sejak menjelang lebaran beberapa bulan kemarin.
"Sebenarnya sejak menjelang lebaran sampai hari ini. Iya (karena) kelangkaan daging sapi itu," kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Indonesia saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (15/12/2012).
Namun begitu, Tri menegaskan, presentasi pedagang nakal tersebut sangat sedikit jika dibandingkan dengan pedagang nakso yang masih menjunjung tinggi nilai kejujuran. Jumlah pedagang nakal hanya 0.1 persen, dari 9.9 persen pedagang anggota Apmiso.
"Kita harus menyelamatkan yang 9.9 persen ini, dari yang 0.1 persen ini," tukas Tri.
Sebelumnya diketahui, beredar bakso daging campuran daging sapi dengan babi di wilayah Jakarta. Bakso daging campuran babi ini, ditemukan di Jakarta Selatan dan Utara.
Selain itu, ditemukan pula tempat penggilingan daging yang mengoplos daging sapi dan babi tersebut. Pelakunya sendiri saat ini sudah berhasil ditangkap oleh pihak berwenang.
Hal ini terbukti dengan digerebeknya beberapa tempat penggilingan daging di Jakarta yang diketahui melakukan pengoplosan tersebut. Selain itu, berdasarkan pengujian sample bakso yang diambil di beberapa wilayah di Jakarta, ditemukan daging babi di dalamnya.
Meskipun begitu, presentasinya masih kecil jika dibandingkan dengan sample yang negatif mengandung daging babi. Selain itu, kelangkaan daging sapi ini diakui sudah terjadi sejak menjelang lebaran beberapa bulan kemarin.
"Sebenarnya sejak menjelang lebaran sampai hari ini. Iya (karena) kelangkaan daging sapi itu," kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Indonesia saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (15/12/2012).
Namun begitu, Tri menegaskan, presentasi pedagang nakal tersebut sangat sedikit jika dibandingkan dengan pedagang nakso yang masih menjunjung tinggi nilai kejujuran. Jumlah pedagang nakal hanya 0.1 persen, dari 9.9 persen pedagang anggota Apmiso.
"Kita harus menyelamatkan yang 9.9 persen ini, dari yang 0.1 persen ini," tukas Tri.
Sebelumnya diketahui, beredar bakso daging campuran daging sapi dengan babi di wilayah Jakarta. Bakso daging campuran babi ini, ditemukan di Jakarta Selatan dan Utara.
Selain itu, ditemukan pula tempat penggilingan daging yang mengoplos daging sapi dan babi tersebut. Pelakunya sendiri saat ini sudah berhasil ditangkap oleh pihak berwenang.
(san)