KKP jamin Jakarta bebas daging oplosan
Kamis, 13 Desember 2012 - 18:17 WIB
KKP jamin Jakarta bebas daging oplosan
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya aksi pengoplosan daging sapi dengan daging babi untuk dijadikan bakso beberapa hari belakangan ini menggemparkan warga Jakarta.
Terutama warga Jakarta yang berada di wilayah Jakarta Utara dan Selatan. Karena di kedua tempat ini ditemukan adanya pengoplos daging sapi dengan babi.
Meskipun begitu, Kadis Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Ipih Ruyani menyatakan, jika penemuan itu tidak menjadikan Jakarta sebagai daerah yang rawan dengan perbuatan semacam itu, yang dilakukan oleh beberapa oknum tertentu.
"Saya rasa setelah kita lakukan uji sample kemarin tidak semuanya positif (mengandung daging babi)," kata Ipih saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Di sisi lain, berdasarkan data yang ada dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, di Jakarta Pusat, dari sembilan sample yang diuji, semuanya negatif mengandung daging babi.
Sedangkan di Jakarta Selatan, dari 46 sample enam diantaranya diketahui positif. Di Jakarta Timur dari delapan sample satu diantaranya positif. Di Jakarta Utara, dari enam sample satu diketahui positif. Dan untuk Jakarta Barat baru akan dilakukan uji sample oleh petugas.
"Jadi presentasinya masih kecil. Kecuali kalau memang sudah mencapai 90 persen," tukas Ipih.
Sebelumnya diketahui, telah beredar bakso yang dibuat dari campuran daging sapi yang dioplos dengan daging babi di wilayah Jakarta Selatan. Diantaranya beredar di kawasan Cilandak, Kebayoran Lama, dan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Tidak hanya itu, sebuah tempat pengolahan daging bakso di Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, juga terindikasi mengoplos daging sapi dengan daging babi. Namun, petugas yang langsung turun ke lapangan tidak menemukan adanya aktivitas pengolahan di tempat tersebut. (putri)
Terutama warga Jakarta yang berada di wilayah Jakarta Utara dan Selatan. Karena di kedua tempat ini ditemukan adanya pengoplos daging sapi dengan babi.
Meskipun begitu, Kadis Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Ipih Ruyani menyatakan, jika penemuan itu tidak menjadikan Jakarta sebagai daerah yang rawan dengan perbuatan semacam itu, yang dilakukan oleh beberapa oknum tertentu.
"Saya rasa setelah kita lakukan uji sample kemarin tidak semuanya positif (mengandung daging babi)," kata Ipih saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Di sisi lain, berdasarkan data yang ada dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, di Jakarta Pusat, dari sembilan sample yang diuji, semuanya negatif mengandung daging babi.
Sedangkan di Jakarta Selatan, dari 46 sample enam diantaranya diketahui positif. Di Jakarta Timur dari delapan sample satu diantaranya positif. Di Jakarta Utara, dari enam sample satu diketahui positif. Dan untuk Jakarta Barat baru akan dilakukan uji sample oleh petugas.
"Jadi presentasinya masih kecil. Kecuali kalau memang sudah mencapai 90 persen," tukas Ipih.
Sebelumnya diketahui, telah beredar bakso yang dibuat dari campuran daging sapi yang dioplos dengan daging babi di wilayah Jakarta Selatan. Diantaranya beredar di kawasan Cilandak, Kebayoran Lama, dan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Tidak hanya itu, sebuah tempat pengolahan daging bakso di Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, juga terindikasi mengoplos daging sapi dengan daging babi. Namun, petugas yang langsung turun ke lapangan tidak menemukan adanya aktivitas pengolahan di tempat tersebut. (putri)
(stb)