Musim hujan Babi liar serbu kampung
Kamis, 13 Desember 2012 - 17:41 WIB
Musim hujan Babi liar serbu kampung
A
A
A
Sindonews.com - Petani di sebagian wilayah Empatlawang khususnya daerah sentra pertanian seperti kecamatan Sikap Dalam, Pasemah Air Keruh (Paiker), Muara Pinang dan Lintang Kanan dipusingkan dengan hama babi hutan akhir-akhir ini.
Para petani di beberapa wilayah tersebut mengeluh, akibat serangan hama babi tanaman mereka yang baru ditanam saat memasuki musim hujan saat ini banyak yang dirusak.
“Mungkin karena selama ini dikebun sudah banyak tanaman sayuran, jadi mereka keluar semua dari hutan,” ujar Rasyid salah seorang petani di Lintan Kanan, Kamis (13/12/2012).
Dia menambahkan, jenis tanaman yang paling banyak di rusak oleh babi hutan adalah jenis umbu-umbian seperti ketela pohon, ubi rambat, dan kentang.
Padahal menurutnya, tanaman jenis tersebut sangatlah cocok saat ditanam musim hujan. Namun karena banyaknya babi hutan, banyak tanaman warga yang menjadi rusak.
Senada, Warman petani di Sikap Dalam mengatakan, bercocok tanam sayuran saat musim hujan ini sebagai salah satu antisipasi warga sambil menunggu hasil panen kopi yang menjadi tanaman utama warga.
Antisipasi yang dilakukan petani untuk menghambat serangan hama babi hutan tersebut menurutnya dengan memagari lahan perkebunan. Namun menurutnya untuk ukuran yang luas, jelas terkendala biaya.
“Memasuki musim hujan ini malah makin marak, jadi kalau ingin aman harus dipagar, tapi jelas terbatas,”ujarnya.
Camat Sikap Dalam, Hamdan tidak menampik maraknya hama babi di wilayah tersebut akhir-akhir. Berbagai upaya dilakukan pihaknya, salah satunya memberikan upah sebesar Rp25 ribu kepada Forbi jika berhasil membunuh seekor babi.
Para petani di beberapa wilayah tersebut mengeluh, akibat serangan hama babi tanaman mereka yang baru ditanam saat memasuki musim hujan saat ini banyak yang dirusak.
“Mungkin karena selama ini dikebun sudah banyak tanaman sayuran, jadi mereka keluar semua dari hutan,” ujar Rasyid salah seorang petani di Lintan Kanan, Kamis (13/12/2012).
Dia menambahkan, jenis tanaman yang paling banyak di rusak oleh babi hutan adalah jenis umbu-umbian seperti ketela pohon, ubi rambat, dan kentang.
Padahal menurutnya, tanaman jenis tersebut sangatlah cocok saat ditanam musim hujan. Namun karena banyaknya babi hutan, banyak tanaman warga yang menjadi rusak.
Senada, Warman petani di Sikap Dalam mengatakan, bercocok tanam sayuran saat musim hujan ini sebagai salah satu antisipasi warga sambil menunggu hasil panen kopi yang menjadi tanaman utama warga.
Antisipasi yang dilakukan petani untuk menghambat serangan hama babi hutan tersebut menurutnya dengan memagari lahan perkebunan. Namun menurutnya untuk ukuran yang luas, jelas terkendala biaya.
“Memasuki musim hujan ini malah makin marak, jadi kalau ingin aman harus dipagar, tapi jelas terbatas,”ujarnya.
Camat Sikap Dalam, Hamdan tidak menampik maraknya hama babi di wilayah tersebut akhir-akhir. Berbagai upaya dilakukan pihaknya, salah satunya memberikan upah sebesar Rp25 ribu kepada Forbi jika berhasil membunuh seekor babi.
(ysw)