Jembatan gantung putus, satu bocah tewas
Rabu, 05 Desember 2012 - 18:20 WIB
Jembatan gantung putus, satu bocah tewas
A
A
A
Sindonews.com - Keceriaan warga Desa Wewangriu, Kelurahan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang sedang melaksanakan lomba Bala-bala Komandan berubah menjadi jerit histeris setelah jembatan gantung yang dipadati penonton ambruk.
Jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Malili dan Desa Wewangriu ambruk diduga tidak kuat menampung ratusan penonton. Akibat ambruknya jembatan gantung tersebut, Muhammad Naban Alfarizi (5) ditemukan tewas setelah terjatuh ke sungai.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, ambruknya jembatan gantung yang baru rampung penyelesaiannya minggu lalu itu karena over kapasitas.
Di saat bersamaan, tengah berlangsung lomba Bala-Bala Komandan yang dilaksanakan di Sungai Malili sejak tanggal 2 Desember hingga 6 Desember 2012. Ribuan masyarakat yang memadati lomba ini, sebagian menyaksikan lomba dari pinggir tanggul sungai Malili baik yang ada di Desa Wewangriu maupun di Kota Malili sendiri.
Sementara ratusan penonton lainnya menyaksikan lomba dari jembatan gantung, termasuk puluhan bocah yang menerobos masuk ke dalam jembatan ingin menyaksikan lomba dari dekat.
“Sejak awal lomba, kami (panitia pelaksana) melarang warga menonton di atas jembatan karena dikuatirkan akan runtuh,” tutur salah seorang panitia Bala-Bala yang enggan namanya ditulis, Rabu (5/12/2012).
Rupanya larangan panitia tidak digubris, walaupun telah dibuatkan pintu penghalang berupa tali agar penonton tidak berada di jembatan.
Sekira pukul 15.30 Wita, kondisi jembatan yang terus dipadati penonton, khususnya yang berada di sisi kanan kota Malili mulai bergoyang dan akhirnya tali sling gantung yang melekat pada tiang penyanggah jembatan terlepas.
“Sewaktu ambruk, dentuman bunyi material jembatan mengeluarkan suara yang sangat keras dan beberapa saat kemudian ratusan penonton yang berada di atas jembatan terjatuh ke sungai," terang Arfah saksi mata.
Sebagian lagi mencoba berpegangan pada tali sling di sisi kiri dan kanan jembatan yang tidak sempat terlepas. Begitu jembatan ambruk, ratusan warga dan Tim SAR langsung terjun ke sungai untuk menyelamatkan sejumlah warga.
Diketahui ada seorang anak yang masuk ke dalam sungai dan belum ditemukan. Setelah dilakukan penyisiran dan pencarian hingga ke dasar Sungai, beberapa nelayan akhirnya menemukan sesosok bocah yang belakangan diketahui bernama Muh. Naban Alfarizi, warga Desa Wewangriu Malili.
Bocah malang ini selanjutnya dibawa ke Puskesmas Malili, namun nyawanya tidak tertolong akibat tenggelam sekitar 10 menit di dasar sungai.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Sar Malili dan PT. Vale yang dibantu beberapa nelayan masih melakukan pencarian terhadap sejumlah warga yang diperkirakan hilang dan tenggelam di sungai tersebut.
Jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Malili dan Desa Wewangriu ambruk diduga tidak kuat menampung ratusan penonton. Akibat ambruknya jembatan gantung tersebut, Muhammad Naban Alfarizi (5) ditemukan tewas setelah terjatuh ke sungai.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, ambruknya jembatan gantung yang baru rampung penyelesaiannya minggu lalu itu karena over kapasitas.
Di saat bersamaan, tengah berlangsung lomba Bala-Bala Komandan yang dilaksanakan di Sungai Malili sejak tanggal 2 Desember hingga 6 Desember 2012. Ribuan masyarakat yang memadati lomba ini, sebagian menyaksikan lomba dari pinggir tanggul sungai Malili baik yang ada di Desa Wewangriu maupun di Kota Malili sendiri.
Sementara ratusan penonton lainnya menyaksikan lomba dari jembatan gantung, termasuk puluhan bocah yang menerobos masuk ke dalam jembatan ingin menyaksikan lomba dari dekat.
“Sejak awal lomba, kami (panitia pelaksana) melarang warga menonton di atas jembatan karena dikuatirkan akan runtuh,” tutur salah seorang panitia Bala-Bala yang enggan namanya ditulis, Rabu (5/12/2012).
Rupanya larangan panitia tidak digubris, walaupun telah dibuatkan pintu penghalang berupa tali agar penonton tidak berada di jembatan.
Sekira pukul 15.30 Wita, kondisi jembatan yang terus dipadati penonton, khususnya yang berada di sisi kanan kota Malili mulai bergoyang dan akhirnya tali sling gantung yang melekat pada tiang penyanggah jembatan terlepas.
“Sewaktu ambruk, dentuman bunyi material jembatan mengeluarkan suara yang sangat keras dan beberapa saat kemudian ratusan penonton yang berada di atas jembatan terjatuh ke sungai," terang Arfah saksi mata.
Sebagian lagi mencoba berpegangan pada tali sling di sisi kiri dan kanan jembatan yang tidak sempat terlepas. Begitu jembatan ambruk, ratusan warga dan Tim SAR langsung terjun ke sungai untuk menyelamatkan sejumlah warga.
Diketahui ada seorang anak yang masuk ke dalam sungai dan belum ditemukan. Setelah dilakukan penyisiran dan pencarian hingga ke dasar Sungai, beberapa nelayan akhirnya menemukan sesosok bocah yang belakangan diketahui bernama Muh. Naban Alfarizi, warga Desa Wewangriu Malili.
Bocah malang ini selanjutnya dibawa ke Puskesmas Malili, namun nyawanya tidak tertolong akibat tenggelam sekitar 10 menit di dasar sungai.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Sar Malili dan PT. Vale yang dibantu beberapa nelayan masih melakukan pencarian terhadap sejumlah warga yang diperkirakan hilang dan tenggelam di sungai tersebut.
(ysw)