Wamenag: Wajar publik kecewa sikap Aceng
Rabu, 05 Desember 2012 - 17:56 WIB
Wamenag: Wajar publik kecewa sikap Aceng
A
A
A
Sindonews.com - Wajar jika rakyat kecewa dengan sikap dan tindakan Bupati Garut Aceng HM Fikri yang menikahi Fani Oktora (FO) usia 18 tahun dalam waktu yang sangat singkat. Pasalnya, kasus Aceng menjadi pelajaran bagi pejabat publik lainnya.
"Iya semua yang berpikir normal wajar pasti kecewa. Kita mengimbau, ini pelajaran berharga bagi pejabat publik. Mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir," kata Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Sebagai pejabat publik harus cerdas dalam mengambil sebuah keputusan. Menurutnya, tanpa perhitiungan jangka panjang sangat berbahaya, selai merusak karir individu, namun juga merusak citra di hadapan publik.
"Jangan membawa agama. Agama dihadap-hadapkan dengan akal budi yang sehat itu kan dampaknya jadi lebih jauh," ujarnya.
Sikap Aceng mendapat kecaman dari masyarakat luas, bahkan didesak untuk mundur dari jabatannya sebagai Bupati Garut. Umar berpesan, agar masyarakat jangan sampai berlebihan dalam mengecamnya. Karena, Aceng sudah meminta maaf.
"Saya mengimbau masyarakat agar marah jangan melampaui batas juga. Kan Pak Aceng sudah meminta maaf, sudah mengakui kesalahannya," ujarnya.
Untuk memastikan apakah Aceng bersalah, umar menyarankan diserahkan sepenuhnya kepada penegak hukum yang sudah menangani kasus itu.
"Kalau salah kan ada kriterianya, serahkan ke hukum dan institusi yang berwajib," pungkasnya.
"Iya semua yang berpikir normal wajar pasti kecewa. Kita mengimbau, ini pelajaran berharga bagi pejabat publik. Mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir," kata Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Sebagai pejabat publik harus cerdas dalam mengambil sebuah keputusan. Menurutnya, tanpa perhitiungan jangka panjang sangat berbahaya, selai merusak karir individu, namun juga merusak citra di hadapan publik.
"Jangan membawa agama. Agama dihadap-hadapkan dengan akal budi yang sehat itu kan dampaknya jadi lebih jauh," ujarnya.
Sikap Aceng mendapat kecaman dari masyarakat luas, bahkan didesak untuk mundur dari jabatannya sebagai Bupati Garut. Umar berpesan, agar masyarakat jangan sampai berlebihan dalam mengecamnya. Karena, Aceng sudah meminta maaf.
"Saya mengimbau masyarakat agar marah jangan melampaui batas juga. Kan Pak Aceng sudah meminta maaf, sudah mengakui kesalahannya," ujarnya.
Untuk memastikan apakah Aceng bersalah, umar menyarankan diserahkan sepenuhnya kepada penegak hukum yang sudah menangani kasus itu.
"Kalau salah kan ada kriterianya, serahkan ke hukum dan institusi yang berwajib," pungkasnya.
(mhd)