Cegah abrasi, Kulonprogo tanam 5.400 mangrove
Minggu, 02 Desember 2012 - 02:08 WIB
Cegah abrasi, Kulonprogo tanam 5.400 mangrove
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mencegah abrasi pantai, khususnya di Muara Sungai Bogowonto, Jangkaran, Temon, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, menanam 5.400 batang mangrove. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka program Aksi Rehabilitasi Pantai dipimpin Wakil Bupati Kulonprogo H Sutedjo.
Ketua Pokja Mangrove Kulonprogo, Supriyono mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar wilayah sekitar Muara Sungai Bogowonto tidak tergerus air laut. Dengan begitu, pemanfaatan lahan oleh masyarakat di sekitar muara seperti untuk kolam udang tidak terganggu.
"Bibit yang ditanam berjumlah 5.400 batang berasal dari BP DAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Yogyakarta. Bogowonto bukan karena parah, tapi sebagai upaya pencegahan. Kegiatan serupa dilakukan di wilayah Pasir Mendit, Pasir Kadilanggu," kata Supriyono, di Yogyakarta, Sabtu (1/12/2012).
Wakil Bupati Kulonprogo H Sutedjo mengatakan, penanaman mangrove merupakan spirit baru Kulonprogo untuk mempertahankan wilayah pantai dari ancaman abrasi. Meski belum terlihat hasilnya, namun Sutedjo meminta tak berkecil hati.
"Kita bisa mencontoh bangsa lain seperti Belanda yang amat sangat proaktif melindungi pesisir pantai dari ancanam abrasi. Yang kita lakukan memang belum terlihat sekarang, tapi di kemudian hari akan sangat terasa manfaatnya. Lebih baik diantisipasi sebelum terlambat," katanya.
Selain Wakup dan Pokja Mangrove, kegiatan juga diikuti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemda DIY serta beberapa pimpinan SKPD, Satradar Congot, hingga puluhan mahasiswa Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta.
Ketua Pokja Mangrove Kulonprogo, Supriyono mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar wilayah sekitar Muara Sungai Bogowonto tidak tergerus air laut. Dengan begitu, pemanfaatan lahan oleh masyarakat di sekitar muara seperti untuk kolam udang tidak terganggu.
"Bibit yang ditanam berjumlah 5.400 batang berasal dari BP DAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Yogyakarta. Bogowonto bukan karena parah, tapi sebagai upaya pencegahan. Kegiatan serupa dilakukan di wilayah Pasir Mendit, Pasir Kadilanggu," kata Supriyono, di Yogyakarta, Sabtu (1/12/2012).
Wakil Bupati Kulonprogo H Sutedjo mengatakan, penanaman mangrove merupakan spirit baru Kulonprogo untuk mempertahankan wilayah pantai dari ancaman abrasi. Meski belum terlihat hasilnya, namun Sutedjo meminta tak berkecil hati.
"Kita bisa mencontoh bangsa lain seperti Belanda yang amat sangat proaktif melindungi pesisir pantai dari ancanam abrasi. Yang kita lakukan memang belum terlihat sekarang, tapi di kemudian hari akan sangat terasa manfaatnya. Lebih baik diantisipasi sebelum terlambat," katanya.
Selain Wakup dan Pokja Mangrove, kegiatan juga diikuti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemda DIY serta beberapa pimpinan SKPD, Satradar Congot, hingga puluhan mahasiswa Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta.
(mhd)