Sekolah disegel, dua kepsek akan dimutasi
Kamis, 29 November 2012 - 15:14 WIB
Sekolah disegel, dua kepsek akan dimutasi
A
A
A
Sindonews.com - Dianggap gagal mengelola sekolah, kepala sekolah (Kepsek) SDN 188 Bontobulaeng, Nursam dan SDN 175 Bulo-bulo Andi Nurbaya, terancam dimutasi.
Nursam dinilai gagal dalam menangani aksi penyegelan yang dilakukan oleh pemilik lahan yang juga penjaga sekolah, Andi Ikhwan. Sementara itu, di SDN 175 Bulo-bulo, disegel warga karena menuntut pembayaran biaya tukang renovasi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba Andi Akbar Amier mengungkapkan, ada rencana pergeseran dua kepsek SD tersebut.
“Dalam waktu dekat kita akan melakukan mutasi. Sekarang kami sedang mencari penggantinya siapa yang layak menduduki jabatan kepsek disana,” ungkap Andi Akbar di kantornya, Kamis (29/11/2012).
Rencana mutasi kedua kepsek tersebut karena keduanya gagal menyelesaikan persoalan di sekolah masing-masing.
“Apapun alasanya kepsek bertanggungjawab dengan mencari jalan keluar. Sebab, dia kan sebagai pemimpin di sekolah itu, bukan sebaliknya membiarkan masalah ini berlarut-larut,” katanya.
Andi Akbar menambahkan, seharusnya jika memang pemilik lahan tersebut tidak mau membuka secara baik, maka kepala sekolah punya kewenangan melaporkan ke pihak berwajib. Hanya saja, kepsek tidak pernah memikirkan hal ini.
Sementara itu, penyegelan yang terjadi di SDN 175 Bulo-bulo, memang murni kesalahan kepala sekolah. Sebab, mereka tidak membayarkan biaya tukang renovasi sekolah pasca dinyatakan selesai 100 persen.
Padahal, biaya tukang tersebut sudah dianggarkan dalam dana alokasi khusus (DAK).
“Kalau ini memang murni pelanggaran. Sebab, kepsek tidak membayarkan biaya tukang,” tandasnya.
Nursam dinilai gagal dalam menangani aksi penyegelan yang dilakukan oleh pemilik lahan yang juga penjaga sekolah, Andi Ikhwan. Sementara itu, di SDN 175 Bulo-bulo, disegel warga karena menuntut pembayaran biaya tukang renovasi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba Andi Akbar Amier mengungkapkan, ada rencana pergeseran dua kepsek SD tersebut.
“Dalam waktu dekat kita akan melakukan mutasi. Sekarang kami sedang mencari penggantinya siapa yang layak menduduki jabatan kepsek disana,” ungkap Andi Akbar di kantornya, Kamis (29/11/2012).
Rencana mutasi kedua kepsek tersebut karena keduanya gagal menyelesaikan persoalan di sekolah masing-masing.
“Apapun alasanya kepsek bertanggungjawab dengan mencari jalan keluar. Sebab, dia kan sebagai pemimpin di sekolah itu, bukan sebaliknya membiarkan masalah ini berlarut-larut,” katanya.
Andi Akbar menambahkan, seharusnya jika memang pemilik lahan tersebut tidak mau membuka secara baik, maka kepala sekolah punya kewenangan melaporkan ke pihak berwajib. Hanya saja, kepsek tidak pernah memikirkan hal ini.
Sementara itu, penyegelan yang terjadi di SDN 175 Bulo-bulo, memang murni kesalahan kepala sekolah. Sebab, mereka tidak membayarkan biaya tukang renovasi sekolah pasca dinyatakan selesai 100 persen.
Padahal, biaya tukang tersebut sudah dianggarkan dalam dana alokasi khusus (DAK).
“Kalau ini memang murni pelanggaran. Sebab, kepsek tidak membayarkan biaya tukang,” tandasnya.
(ysw)