Salah paham, pesta pernikahan berujung bentrok
Senin, 19 November 2012 - 14:37 WIB
Salah paham, pesta pernikahan berujung bentrok
A
A
A
Sindonews.com - Hanya gara-gara salah paham saat berada di pesta pernikahan, dua kelompok pemuda dari Bansone dan Koko, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) terlibat tawuran. Sejumlah orang terkena lemparan batu serta rumah sekitar lokasi tawuran rusak kena lemparan batu.
"Situasi sudah normal, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai," ungkap Kapolres TTU, AKBP I Gede Mega Sparwitha menjelaskan di Kefamenanu, NTT Senin, (19/11/2012).
Gede menjelaskan, soal kerusakan rumah yang terkena lemparan batu sesuai kesepakatan di kantor lurah setempat akan ditanggung oleh orangtua para pemuda dari Bansone.
Dihubungi terpisah, usai pertemuan di kantor lurah, sejumlah pemuda asal koko mengakui bentrokan itu berawal ketika kedatangan sejumlah pemda asal Bansone dalam keadaan mabuk di pesta nikah.
"Lantaran mabuk mereka pukul Robert Selan, salah satu pemuda Koko hingga babak belur, tanpa sebab akibat," kata Yosep seran.
Ia menjelaskan, peristiwa itu berlangsung hingga Minggu 18 November, aksi saling balas akibat dendam terus berlanjut, tawuran yang tak berimbang membuat ratusan pemuda lain terus berdatangan, lantaran sebagian pemuda koko sudah lari,sejumlah rumah warga koko jadi sasaran lemparan batu.
"Belasan rumah yang rusak, tapi yang rusak parah rumah warga Koko, yakni Gregoius Naibina. Kaca jendela rumah Gregoius pecah terkena lemparan batu," kata Yosep.
"Situasi sudah normal, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai," ungkap Kapolres TTU, AKBP I Gede Mega Sparwitha menjelaskan di Kefamenanu, NTT Senin, (19/11/2012).
Gede menjelaskan, soal kerusakan rumah yang terkena lemparan batu sesuai kesepakatan di kantor lurah setempat akan ditanggung oleh orangtua para pemuda dari Bansone.
Dihubungi terpisah, usai pertemuan di kantor lurah, sejumlah pemuda asal koko mengakui bentrokan itu berawal ketika kedatangan sejumlah pemda asal Bansone dalam keadaan mabuk di pesta nikah.
"Lantaran mabuk mereka pukul Robert Selan, salah satu pemuda Koko hingga babak belur, tanpa sebab akibat," kata Yosep seran.
Ia menjelaskan, peristiwa itu berlangsung hingga Minggu 18 November, aksi saling balas akibat dendam terus berlanjut, tawuran yang tak berimbang membuat ratusan pemuda lain terus berdatangan, lantaran sebagian pemuda koko sudah lari,sejumlah rumah warga koko jadi sasaran lemparan batu.
"Belasan rumah yang rusak, tapi yang rusak parah rumah warga Koko, yakni Gregoius Naibina. Kaca jendela rumah Gregoius pecah terkena lemparan batu," kata Yosep.
(azh)