Buang sampah pingir kali, bocah tewas tercebur
Senin, 19 November 2012 - 13:40 WIB
Buang sampah pingir kali, bocah tewas tercebur
A
A
A
Sindonews.com - Suasana haru masih terlihat dari wajah Desi, ibu dari Tanu yang tewas karena terpeleset ke jurang Kali Ciliwung, Gang Masjid, RT 006/RW 005, Ratujaya, Cipayung, Depok. Dibalut kemeja putih panjang, Desi masih terisak melihat jasad anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Hingga kini, jasad Tanu masih berada di rumahnya, karena masih menunggu Ahmad Riyadi, ayahnya yang sedang menempuh perjalanan menuju Depok dari Bali. "Suami saya lagi dinas luar kota sudah seminggu," kata Desi, di Depok, Senin (19/11/2012).
Tanu terpeleset dari jurang setinggi lima meter dan terseret arus Kali Ciliwung. Air saat itu, sedang tinggi karena Depok diguyur hujan seharian kemarin. Dalam bayangan Desi, anaknya yang tidak bisa berenang itu terbawa derasnya air.
"Kakanya juga panik dan langsung lari dari tempat buang sampah. Saya langsung ke sana (lokasi) dan anak saya sudah tidak ada," ceritanya.
Tanu terpeleset saat ikut Palupi, kakaknya saat hendak membuang sampah. Warga yang berpapasan dengan kedua bocah itu sempat memperingati Tanu dan Palupi agar berhati-hati. "Saya udah kasih tahu biar hati-hati, karena jalannya licin," terang Yana, tetangga korban.
Usai membuang sampah, Yana kembali ke rumah dan tak mengetahui lagi kedua bocah itu. Dirinya mengaku kaget mendengar kabar Tanu terpeleset dan jatuh. "Kepeleset kulit pisang pas ikut buang sampah tadi," jelas Palupi.
Dia panik dan pulang ke rumah untuk memberitahu ibunya. Tanu terpeleset dan terseret arus Kali Ciliwung pada pukul 06.30 WIB dan baru ditemukan sejam kemudian di dekat Perumahan Belacasa. Saat ditemukan, jasadnya membiru. Terdapat luka di kening dan bibirnya membiru.
Jasad Tanu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Harapan Depok. Rencananya, Tanu dimakamkan di TPU Ratujaya setelah ayahnya tiba di Depok.
Hingga kini, jasad Tanu masih berada di rumahnya, karena masih menunggu Ahmad Riyadi, ayahnya yang sedang menempuh perjalanan menuju Depok dari Bali. "Suami saya lagi dinas luar kota sudah seminggu," kata Desi, di Depok, Senin (19/11/2012).
Tanu terpeleset dari jurang setinggi lima meter dan terseret arus Kali Ciliwung. Air saat itu, sedang tinggi karena Depok diguyur hujan seharian kemarin. Dalam bayangan Desi, anaknya yang tidak bisa berenang itu terbawa derasnya air.
"Kakanya juga panik dan langsung lari dari tempat buang sampah. Saya langsung ke sana (lokasi) dan anak saya sudah tidak ada," ceritanya.
Tanu terpeleset saat ikut Palupi, kakaknya saat hendak membuang sampah. Warga yang berpapasan dengan kedua bocah itu sempat memperingati Tanu dan Palupi agar berhati-hati. "Saya udah kasih tahu biar hati-hati, karena jalannya licin," terang Yana, tetangga korban.
Usai membuang sampah, Yana kembali ke rumah dan tak mengetahui lagi kedua bocah itu. Dirinya mengaku kaget mendengar kabar Tanu terpeleset dan jatuh. "Kepeleset kulit pisang pas ikut buang sampah tadi," jelas Palupi.
Dia panik dan pulang ke rumah untuk memberitahu ibunya. Tanu terpeleset dan terseret arus Kali Ciliwung pada pukul 06.30 WIB dan baru ditemukan sejam kemudian di dekat Perumahan Belacasa. Saat ditemukan, jasadnya membiru. Terdapat luka di kening dan bibirnya membiru.
Jasad Tanu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Harapan Depok. Rencananya, Tanu dimakamkan di TPU Ratujaya setelah ayahnya tiba di Depok.
(san)